Notice Me, Sensei !!

1 1 0
                                        

Cinta itu buta, banyak orang yang dibuat buta karena cinta, kata orang-orang. Entah cintanya yang buta atau orangnya yang buta. "Cintailah orang yang mencintaimu" "Ini bukan soal dia mencintaimu atau bukan, tapi ini tentang cintamu padanya" "Cinta membuat semuanya menjadi indah" "Cinta tidak dapat didefinisikan" kalimat-kalimat seperti itu sering terdengar dari orang-orang yang sedang jatuh cinta. Cinta bisa membuat orang jadi gila, tapi, bagaimana kalau orang itu memang sudah gila dari awalnya? Cinta tidak memandang usia dan status. Ada yang bilang kalau cinta tidak rasional dan tidak sesuai kenyataan, seperti yang terjadi di cerita-cerita novel, manga atau anime, yang sering ditonton di waktu luang.
Semua persoalan tentang cinta ini membuat bingung. Tapi, ada satu pertanyaan yang bergelantungan diotakku. Apakah cintaku ini, cinta yang wajar?
*****

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah yang sudah 3 tahun aku tempati sebagai tempat menuntut ilmu ini. Seperti biasa, belum banyak temanku yang datang ke sekolah pada jam 06.00 pagi. Tapi, itulah hal yang aku cari, sepi, tidak ada orang dan aku suka ketenangan suasana pagi. Bahkan aku masih bisa mendengar suara nyanyian jangkrik-jangkrik yang ada di taman belakang sekolah.

Menyapu, mengepel, merapikan meja, menyiram bunga, menggemburkan tanah, itulah yang aku kerjakan menjelang teman-temanku yang lain datang. Banyak temanku yang merasa senang kepadaku karena tugas piket mereka telah aku kerjakan. Aku juga senang bisa membantu, tapi, lebih dari itu, ada sesuatu yang aku harapkan selalu terjadi setiap jam 06.00 pagi di sekolah. Bertemu dangan seseorang yang telah mengunci hatiku.

Seperti hari-hari sebelumnya, orang itu datang tepat pukul 06.00 pagi dengan menggunakan sepeda motornya yang bersih.Dia terlihat begitu keren bagiku, dengan seragam rapi yang dipakainya dan sepatu hitam mengkilatnya. Dia benar-benar terlihat bersih dan rapi, seperti biasa. Dia adalah...

"Takao-sensei, Ohayo Gozaimasu (Selamat Pagi)" ucapku sambil melambaikan tangan agar Takao-sensei dapat melihatku. Aku berlari kearah Takao-sensei dan membiarkan sapu yang tadi kupegang terjatuh ke lantai.

"Ohayo!" ucap Takao-sensei membalas ucapanku."Ada tugas piket? Atau menggantikan orang lain piket lagi?" tanya Takao-sensei padaku, beliau melepas helm yang ada di kepalanya.

"Hehe.. Aku hanya senang melakukannya, sensei. Kurasa, bersih-bersih sudah menjdi hobiku. Sepertinya, aku bisa menjadi istri yang baik" ucapku menjawab pertanyaan Takao-sensei tadi. Soal menjadi istri yang baik, aku benar-benar serius.

"Haha.." Takao-sensei tertawa, memperlihatkan gigi-giginya yang putih.

"Kau begitu cepat memikirkan masa depanmu. Tidak seharusnya siswi SMP mengucapkan itu"

"Sensei tidak mengerti perasaanku" rengekku.

"Sensei-mu ini, mengerti perasaan semua muridnya" ucap Takao sensei .

"Sensei sendiri, kenapa selalu datang pukul 06.00?" tanyaku.

"Sama halnya denganmu. Aku suka membantu guru-guru lain mengerjakan tugas mereka. Lagi pula, aku dibayar untuk itu" ucap Takao-sensei padaku yang menganggu-ngangguk setuju. Takao-sensei adalah guru honor di sekolahku.

"Kalau begitu, lanjutkan tugasmu! Ganbatte!(Semangat)" kata Takao-sensei sambil berlalu.

"Arigatou Gozamaisu, sensei" kataku seraya membungkuk.

*****

Namaku Haruka Nanami, kelas IX-C SMP Seirin. Hobiku bersih-bersih dan aku tidak menyukai orang yang jorok. Aku juga tidak menyukai laki-laki dikelasku karena menurutku, mereka semua kekanak-kanakkan, berisik, serta tidak punya sopan santun. Benar-benar berbeda dengan tipeku.

Tapi, itu bukan berarti aku tidak menyukai laki-laki. Ada satu pria yang aku sukai, sampai-sampai di setiap malam sebelum dia masuk ke kelasku, aku menghafal semua materi yang mungkin akan diajarkannya pada pagi harinya, supaya aku ditunjuk ke depan untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukannya. Itu juga berarti aku bisa berdiri di dekatnya. Dan dengan sengaja aku menyalahakan semua jawabanku ketika ulangan di mata pelajarannya supaya bisa mengerjakan remedial test di ruang guru bersamanya, sehabis pulang sekolah. Dan jika aku mendapat remedial di mata pelajarannya, dia akan bilang.

Bạn đã đọc hết các phần đã được đăng tải.

⏰ Cập nhật lần cuối: Sep 23 ⏰

Thêm truyện này vào Thư viện của bạn để nhận thông báo chương mới!

With YouNhững tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ