1

7 0 0
                                        

Dear Diary,
Kisahku ini mungkin lebih rumit dari untaian benang yang telah kusut. Kisah ini dimulai saat aku kelas 3 smk, saat aku sedang patah hati dikhianati oleh seseorang, ada satu sosok yang hadir menyatukan patahan" hatiku. dia adalah sosok yang sampai kini masih mengisi satu ruangan di dasar hati. namanya dipu, aku mengenalnya berkat sahabatku, usaha dipu menjadikanku miliknya itu yang membuatku jatuh terlalu dalam kepadanya, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri aku tak mau lagi berkenalan ataupun berpacaran dengan orang yang berasal dari tempat yang sama dengan mantanku sebelumnya, ya cintaku kali ini terhalang oleh sebuah adat.
Sebuah adat dari daerah Jawa tengah dimana ada satu adat jika seseorang yang menikah dengan arah rumah yang dilarang( arah tenggara dan arah barat laut), dengan rumah yang hanya terpisah jarak satu rumah bersebelahan, dan masih banyak lagi, para orang tua mengatakan bahwa pernikahan yang terjadi akan membawa sebuah kesialan bahkan hal yang paling buruk adalah kematian salah satu anggota keluarga pengantin.
Dan aku terjebak dalam dilema, dipu dan aku tak akan pernah bisa bersama dalam sebuah ikatan pernikahan karena arah rumah kita termasuk ke dalam arah rumah yang dilarang, lalu buat apa kita berpacaran bila akhirnya kita tidak bisa bersama untuk selamanya?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 28, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DiaryStories to obsess over. Discover now