Guruku Sayang, Briettaku Malang

17 5 2
                                        

Pagi yang cerah memyambut diri yang tampak lesu. Ya, hari ini gadis itu lagi dapat tamu bulanan makanya badannya sakit semua. Pagi ini dia berangkat agak siangan, tapi tetap saja sekolah masih sepi. Ada yang berbeda, entah itu auranya yang mencekam atau siswa lainyya yang tak kunjung datang.

"San, kelas masih sepi? Udah siang padahal. " Gadis itu bertanya kepada Sandra. Teman sekelasnya yang kebetulan sudah datang.

"Loh, gak tau? Hari ini anak-anak mau melakukan aksi demo."

Sekali lagi dia dibuat heran. Kok bisa dia ketinggalan informasi sepenting ini. Belum sempat dia bertanya lebih lanjut sandra sudah melanjutkan perkataannya. "Semalam grup rame tahu gara-gara mbahas itu. Gak buka group wa ya?"

"Aku lagi ndak ada kuota," Katanya sambil nyengir, malu sendiri mau mengakui. "Demo kenapa sih? Siapa juga yang mau di demo?"

"Anak-anak rencananya mau mendemo Bu Dewinta." Seperti tersambar petir dia mendengarnya. Yang dia tahu bu Dewinta itu orangnya baik, ndak neko-neko tapi kenapa kok sampai mau didemo. Lagi belum sempat gadis itu mengutarakan yang ada dipikirannya Sandra sudah menyahuti, "Katanya kemaren pas pulang sekolah si anan ngobrol sama Bu Dewinta mbahas praktek gitu. Tiba-tiba Bu Dewinta nampar sama nyiram air minuman ke muka Anan. Tapi aku gatau juga sih kejadian sebenarnya kayak apa, waktu kejadian aku udah pulang." Ceritanya panjang lebar yang hanyadiberi respon dengan beberapa kali anggukan oleh Sandra.

Dengan polosnya ia berkata, "Anan itu siapa?" Muka Sandra merah padam menahankekesalan. Gadis itu mengedip-kedipkan matanya, menunggu jawaban yang keluar dari bibir Sandra. Brita. Teriakan gemas bercampur kesal itu menggema di penjuru kelas 12 IPA 4.

Gadis itu Brietta Shakila Dhahayu. Nama pemberian dari ayahnya, yang memiliki arti perempuan cantik nan beruntung yang akan selalu kuat. Berusia enam belas tahun, menduduki bangku SMA di salah satu kota Surabaya. Salah satu murid pintar yang mendapat beasiswa. Ia tinggal di sala satu perumahan sederhana bersama ibunya. Hanya berdua, Brita dan sang ibu. Brietta terlahir bukan dari keluarga konglomerat, buka juga dari keluarga tak mampu tapi ia terlahir di keluarga serba berkucukupan.

Brita tak banyak memiliki teman, beberapa yang dekat dengannya itu pun karena satu kelompok kerja. Brita yang sulit bergaul dan membuka topik pembicaraan membuat temannya kurang yaman. Banyak yang mengatakan Brita sombong karena tidak berbaur dengan mereka, atau jika diajak ngobrol hanya menjawab sekenanya. Tapi tak apa, tak terlalu ia pedulikan. Tugas utamanya hanya belajar dengan sekeras hati agar beasiswanya tidak dicabut pihak sekolah.

Bel istirahat berbunyi dengan nyaring, siswa-siswa segera berhambur keluar kelas padahal guru yang berada di kelas belum mengucapkan salam penutup. Biasanya mereka menuju kantin beda dengan hari ini mereka malah berkumpul menjadi satu di tengah lapangan basket. Ternyata benar kata Sandra tadi pagi, sekarang kelas dua belas  melakukan aksi demo yang dibantu oleh kelas sebelas dan kelas sepuluh. Hanya segelintir siswa yang tidak ikut andil dan Brita terdapat dalam golongan itu.

Brita tidak ikut bukan karena rasa solidaritas, tapi karena ia memang tidak tahu persis kejadiannya seperti apa dan ia tak mau menghakimi guru dengan cara seperti itu. Hanya segelintir orang yang benar-benar ikut andil dengan rasa solidaritas, selebihnya karena mereka terlalu muak dengan segala tata tertib yang selalu dijunjung tinggi oleh Bu Dewinta.

Teriakan-teriakan yang terdengar dari lapangan membuat para guru kalang kabut. Para guru belum mengetahui kejadian tersebut, ternyata para siswa tak membiacarakan terlebih dahulu dengan guru lainnya dan langsung mengambil tindakan demo. Slogan beserta tulisan-tulisan lainnya menjadi bukti bahwa mereka menuntu keadilan. Entah keadilan seperti apa yang mereka inginkan Brita juga tak terlalu paham. Brita sangat menyayangkan hal tersebut, seharusnya hal tersebut bisa dibicarakan dengan kekeluargaan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 26, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Guruku Sayang, Briettaku MalangStories to obsess over. Discover now