prolog

1.1K 176 4
                                        





Awan abu-abu memenuhi langit siang yang biasanya di isi oleh gumpalan awan putih dan matahari. Di siang yang teduh ini, beberapa siswa dan siswi menghabiskan waktunya untuk tidur sembari menunggu penerimaan rapot, tidak ada kegiatan apa-apa di sekolah.

Di SMA Pertiwi juga jarang di adakan class meeting untuk pengisi kegiatan dan hal itu seolah menjadi berkah bagi para siswa dan siswi yang malas. Itu juga berlaku bagi Aquila Prillyaseta. Siapa yang tidak kenal dengan Aquila Prillyaseta atau yang kerap di sapa Prilly itu. Gadis dengan 1001 kemalasannya kecuali dalam pelajaran seni musik itu sudah terkenal di sekolah. Selain tukang ribut, Prilly juga menjadi langganan BK.

"Aquila Prillyaseta di panggil Bu Rosita!" teriakan itu seolah menjadi alunan musik di setiap hari bagi siswa dan siswi 11-Bahasa-4, mereka sudah tidak terkejut lagi dengan panggilan yang di teriakkan oleh anak OSIS.

Prilly bangkit dari duduknya, gadis berambut sebahu dan sepatu birunya itu berjalan keluar dari kelas menuju ke ruang BK yang ada di lantai 1. Dengan gaya cool-nya ia berjalan menuruni satu persatu anak tangga dan meleggang masuk ke ruang BK tanpa memberi salam.

"Ada apa, Bu?"

Bu Rosita membenarkan rambutnya kemudian menatap Prilly tajam, guru muda itu memperhatikan penampilan muridnya dari atas ke bawah. "Kamu itu! Dimana dasi kamu? Kerah baju kenapa tidak di lipat dengan benar? Terus sepatu kamu... mau jadi apa kamu?!"

"Manusia, Bu."

"Haduh Aquila! Saya tau kamu manusia, hari ini kamu bersihkan kamar mandi laki-laki," ujar Bu Rosita tanpa ada bantahan, perempuan berusia 20 tahunan akhir itu memijit pelipisnya.

"Loh, Bu! Kok tempatnya cowok sih!" Prilly menghentakkan kakinya sebal, gadis itu menggeleng tidak suka kemudian menyatukan kedua tangannya, "Cewek dong, Bu. Please."

"No, no, no! Kerjakan sekarang atau mau di tambah?"

Prilly mengerucutkan bibirnya dan pergi dari ruang BK, ia berjalan ke arah toilet pria yang berada di lantai satu juga karena itu tempat yang paling dekat dengan tempat dimana ia berdiri saat ini.

Tak lupa, ia juga mengambil ember, pel, pembersih toilet dan juga sikat WC yang berada di gudang penyimpanan. Menurutnya sih lumayan, itung-itung mencari cowok tampan.

"Cieeee, jadi OG baru ya?" ejek Gofa sambil menginjak lantai yang baru saja di pel oleh Prilly.

"Apaan sih Gopal, kok malah di injek?! Sana-sana!" Prilly melayangkan gagang pel pada punggung dan kaki Gofa hingga lelaki itu mengeluh kesakitan dan menendang ember berisi air. "GOFATA ADITYA!!! Mati aja lo!"

Lagi, Prilly harus mengepel lagi. Baru saja mengepel, kain pel-nya di injak oleh oknum bersepatu hitam dengan tali putih. "Lo tuh..."

Ganteng.

Prilly menggelengkan kepalanya, melempar pel-nya sembarangan dan berjalan keluar dari toilet pria. Ia menyandarkan badannya di tembok seraya melipat kedua tangannya.

"Gak pernah lihat itu cowok, tapi kenapa ganteng banget," pekiknya. Jika tadi ia mau marah, kini hanya ada bunga-bunga saja yang ada di hatinya. "Berkah banget sih bersihin toilet cowok. Pokoknya gue harus cari tau siapa dia."


#TBC

Apa kabar semuanyaaaa?. Aku dapat hidayah buat publish Kuudere lagi. Akhir-akhir ini aku gak niat gambar dan lagi bikin beberapa cerita, di side accountku, aku juga mau bikin cerita dengan cast anak-anak NCT DREAM! See you!

KuudereHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora