~Pagi Itu Dikelas

71 9 2
                                        

Pagi itu, jam dinding menunjukan pukul 6.55, namun tak ada seorang pun yang datang setelahku.

Ya begitulah saat pembagian raport sudah tiba. Karena disurat pemberitahuan acara dimulai jam 8. Ya beginilah jadinya, sekolah sepi sekali. biasanya pukul 6.30 pun sekolah sudah penuh oleh siswa siswi kelas 10,11, dan 12.

Ada beberapa alasan kenapa aku berangkat pagi sekali. Sebelum liburan panjang aku ingin sekali berbincang dengan kawan kawan kelas ku, mengobrol tentang classmeet kemarin, tentang bagaimana reaksi orang tua setelah raport dibagikan hehe, tentang apakah ada rencana jalan-jalan bareng ke suatu tempat. (Hmmmm 10 jam)

_-

"Dalam menunggu ramai disaat sepi, mentari yang membawa pikiran melayang jauh dalam sendu yang sunyi. hati yang tak kuasa menahan gejolak ingin bertemu.

kawan baru serasa kawan lama, 6 bulan sudah terlewat lepas, menyisakan banyak pertanyaan yang belum ditanyakan, tentang dirinya dan diriku saat ini..." Bla bla bla.."
kata kata yang kutulis di bukuku, dalam kekosongan yang bener bener huhh... Menyesakkan.

Kenapa aku tak membuka gawai? Entahlah, jujur membosankan terkadang memakai barang tersebut. Namun kenyataannya paket kuotalah yang membuat ku sakit untuk membukanya.

Namun ayahku pernah bilang, "jangan sering sering buka gawai, lebih banyakin membaca dan menulis."
Nahh maka dari itu. Ini bukti anak yang berbakti... Walaupun dalam realita yang terjadi ialah "Aku Takde Kuote!!" Ngiangku dalam sunyi.

_-

Menunggu sampai pukul 7.20, tiba tiba datang seseorang tiba-tiba membuka pintu, (Hmm 1 detik) ternyata itu pak guru...

" Sendiri aja", kalimat pertama yang terucap dari pak guru yang ramah itu.

"Iya pak, ada apa ya?", Balasku.
Iya sendiri, bapak mau Carikan jodohku pak!!. Gusarku dalam hati.

"Tolong cek interior kelas kamu yang rusak", pinta nya.

Langsung saja ku cek bagian bagian kelas yang ku pikir rusak, tentunya hal ini biasa dilakukan agar ketika menjelang masuk sekolah lagi, kelas-kelas sudah kembali pada kondisi primanya.

"Ada 5 jendela tidak ada jendelanya, lantai ubin 2 buah rusak, listrik kadang mati pak.", Ucapku pada pak guru yang dari tadi menungguku.

"Waduhh... Itu jendela kelas, kamu apain hah?." Balas kaget dari nya.

"Yahh bapak dari awal masuk juga itu 5 jendela pada rusak dan dibongkar pak."

"Oh gitu oke. Terimakasih." Ucap terakhirnya sambil berjalan keluar kelas dan meninggalkan ku...
~Sendirian...sendirian... Sendirian

Ya begitulah kelas kami sejak dari dari awal kami bersekolah, jendelanya bolong 5. Dan oleh karena itu pendingin ruangan AC yang BERJUMLAHHH 4 ITUPUN HANYA MENJADI PAJANGAN BELAKA SELAMA 2 BULAN !! NgeGAS nya Aku.

-_


Mungkin bisa dibilang terkadang aku suka menyugestikan bahwa
ini.. dingin..ini..dingin dingin...
Sehingga terasa dingin, sedingin .

Diakhir 🌒 ke-2 kami pun baru kepikiran memasang penutup dijendela agar ruangan tetap dingin. Dasar otak-otak yang.. enaknya emang di makan.


Nah... Mungkin hanya itu, sedikit curhatan dan cerita pengalaman diakhir semester 1.

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca secercah memori tentang peristiwa akhir semesterKu.

Semoga memberi manfaat, dan juga semoga menjadi pengingat masa yang telah usai.

Silahkan tulis komentar dan kritik dibawah, agar saya dapat belajar dan paham apa yang perlu di tingkatkan...🙏

-Siiyaa-

-MRF


Ceritaku Tentang Hari ✔Stories to obsess over. Discover now