1 perkenalan

5 0 0
                                        

"innalillahi wa inna ilaihi roji'un" ujar ibuku yang sedang bercakap dengan handphone nya

" mbak turut berduka cita dengan apa yang menimpamu wan" ujarnya lagi

'ada apa bu" Tanya ridho keheranan

"malik meninggal dunia dho, sehari lalu ia tabrakan saat mengantar budemu ke pasar. Sekarang budemu masih shok dan ia dirawat di rumah sakit"

Ridho seolah tak percaya, Malik adalah lelaki yang sebaya dengannya. Ia adalah anak dari bude Ani, kembaran ibunya. Terakhir kali dia bertemu dengan Malik adalah setahun lalu saat neneknya yang di Yogya meninggal.

" yasudah kapan kita kesana?" ujar ayah

"bagaimana kalau minggu depan saja yah, besokkan kita harus panen dulu, belum jemur gabah tiga hari. Dan juga hari ini kan bagi raport semester ganjil tunggu minggu depan, kan miggu depan libur" jawab ibu

" yaudah nanti ayah pesen tiket dulu, untuk biayanya nanti ayah coba jual kambing dulu, bagaimana dho kalau si jenggot ayah jual?"

" yaudah yah, nggak papa yang penting kita bisa kesana"jawab Ridho

Jenggot adalah nama kambing yang Ridho urus. Setiap hari saat menggembala kambing, ia selalu ada didekat Ridho. Ia menemani membaca saat menggembala. Tapi kalau tidak dijual, mungkin ridho tak bisa berangkat ke yogya bersama keluarga.

Seminggu setelah terdengar kabar itu, Ridho bersama keluarga pergi ke yogya dengan naik kereta. Ia pergi dengan ayah ibu serta keempat adiknya.

Delapan jam Ridho berada di kereta, akhirnya ia sampai di Yogya. Ia pun beserta keluarga keluar kereta dan berjalan beberapa ratus meter menuju kediaman pakde dan bude nya.

"asssalamualaikum" suara ibunya disertai ketukan pintu

"wa'alaikum salam" terdengar suara wanita dari dalam. Langkah kakinya tergopoh-gopoh. Dan ternyata ia adalah bukde

Setelah membuka pintu bukde langsung memeluk ibu Ridho. Ia lampiaskan kesedihannya dengan menangis sejadinya. Ibu berusaha menenangkannya. Ia pun lalu mendudukkan bude di kursi tamu. Ayah pun disambut oleh pakde ridwan.

Hampir tiga hari Ridho dan keluarga berada di Yogya. Pada saat berkemas, ayah dan ibu dipanggil oleh pakde dan budenya dan berbincang serius di ruang tamu, sedangkan dia dan adiknya-adiknya serta sepupu perempuannya sedang berada di ruang tengah.

Dia rasa cukup lama ayah dan ibunya berbincang, hingga ia pun di panggil oleh ayahnya.

"Dho sini"

Ridho pun menghampiri ayahnya

"Dho, tadi ayah dan pakdemu diskusi, jadi pakde ingin kamu tetap tinggal disini. Jadi kamu akan sekolah disini, adapun masalah perpindahan kamu, nanti ayah urus dan nanti kirim lewat pos"

Ridho tercengang mendengarnya, ia pandangi wajah yang ada di sekelilingnya. Ia melihat wajah bukdenya yang memelas agar ia tak meninggalkannya.

" Dho kamu jangan tinggalin bukde, kamu disini aja. Kamu stu-stunya orang yang mirip dengan Malik, bukde gak mau ditinggalin Dho" pinta bukde

"Kamu gak usah khawatir masalah baju, kamu bisa pakai baju punya Malik" ujar pakde

"tapi memangnya tidak apa tah kalau nanti ayah tak ada yang membantu di sawah?'

"gak papa Dho"

" Ya udah aku mau kok tinggal disini"ujarnya sedikit berat

Bukde langsung memeluknya

"makasih dho"

Ridho hanya bisa mengantar ke stasiun dan melihat kereta yang lama-kelamaan sudah kabur dari pandangannya. Ia pun kembali pulang kerumah bukde

Ia kini resmi menjadi pengganti malik dirumah itu. Ia pun menjadi kakak angkat dari Dewi, gadis yang terpaut dua tahun darinya.

"Dho, kamu nanti sekolah di SMA Cahaya Bangsa, nanti pakde anter besok"

"siap pakde"

Keesokan harinya Ridho diantar pakde menuju SMA cahaya Bangsa. Ia hari itu resmi menjadi murid baru di kelas IPA 1.

" perkenalkan nama saya Ridho Maulana, saya dari Cirebon, sebelumnya saya sekolah di MAN 5 Cirebon"

"yasudah Ridho kamu silahkan duduk" ujar Pak toto

" Makasih pak"

Hari itu ridho masih belum bisa adaptasi dengan lingkungan barunya itu

"oh itu anak baru kok ganteng banget ya, aku mau kenalan ah nanti" ujar Fenny

"iya ya, dia kaya pangeran jatuh dari kayangan" ujar Nida

"ah tapi maaf ya, mungkin Cuma aku satu-satunya cewek yang cocok dengannya" ujar sarah dengan pede

"Kenalkan nama aku Fenny"

"nama aku nida"

"nama aku sarah"

Ketiga gadis itu langsung mencari perhatian Ridho saat istirahat

"Aku ridho" ucapnya dengan muka dingin seolah ia tak tertarik dengan mereka bertiga

"eh kamu itu kira-kira terbuat dari apa deh? Kok ganteng banget sih" Tanya sarah

"aku? Aku terbuat dari tanah" ujarnya datar

"oh,"

Mereka bertiga diacuhkan oleh Ridho begitu saja, melihat respon ridho yang begitu dingin mereka pergi meniggalkannya

"eh dia kok judes ya" ujar nida

"iya aku gak sukaloh sama sikap es batunya itu" ujar Fenny

"ah, tapi dia tetep cool menurut aku" ujar sarah

" yaudah kita ke kantin aja yuk" ajak Nida

Hari itu ridho tak beranjak dari kursinya, ia malas tuk keluar hari itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 18, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

persaingan,perselisihan, penyelesaianStories to obsess over. Discover now