#1 belajar dari kasalahan

31 9 0
                                        

Daun yang telah jatuh tidak akan pernah bisa kembali, biarkan ia kembali menyatu dengan tanah.

•|•

Hai, gue mau bagi cerita tentang hidup gue.
Pernah gak sih kalian buat kesalahan dua kali? Ke orang yang beda?
Hm.. Gue?
Pernah.
Kesalahan yang gak bakal gue ulangi lagi.

Gue gak tau seberapa banyak kata janji yang keluar dari mulut gue, kali ini gue beneran menyesal. Gue dijauhin banyak orang, gue dihina, dicaci maki, dipermaluin, harga diri gue jatuh.

Gue si, yah namanya juga kesalahan gue, gue harus dewasa, gue harus tanggung jawab dan sebenernya dari kesalahan gue yang ini, gue belajar tiga hal penting.

Pertama, semua perkataan orang tua harus lu patuhin. Percaya deh, feeling orang tua itu benar. Yang suka ngeyel, mending lu taubat deh, gak ada gunanya lu durhaka. Lu dilahirin siapa sih?

Kedua, gue tau siapa aja yang tulus sayang sama gue. Walaupun gue jatuh sejatuh-jatuhnya. Masih ada yang percaya sama gue, masih ada. Gue gak nyangka, teman yang selama ini gue anggap gak deket, ternyata dia ada disisi gue, dia ngerangkul gue selama gue nangis. Dua orang yang bilang kata sabar dan buat gue tertawa disaat gue sedih, disaat gue buat kesalahan.

Dua orang yang support gue, dan dua orang yang bikin gue bangkit walaupun rasanya sakit. Dua orang yang mencoba buat gue tertawa, mereka yang dengan tulus membukakan pintu rumahnya, membiarkan gue singgah dan nangis bersama mereka.

Mereka yang mau gue rangkul, mereka yang mau deket sama gue setelah ratusan hinaan ada di otak gue.

Gue belajar dari kesalahan itu, gue belajar tentang pertemanan, gue belajar tentang sahabat. Gue bisa bedain mana yang baik mana yang buruk.

Selain mereka, dekel gue coy! Dekel!! Dekel gue pc gue dan dia sukses buat gue tenang.

N🐣 : Kak, yang sabar kak.

Coy! Dia dekel gue. Allah memang adil. Disaat gue melakukan kebaikan sama dia, dia justru datang bantuin gue dan pc gue. Disaat semuanya benar-benar menjauh dan mengirim tatapan benci sama gue, ternyata gak semuanya ngebenci gue.

Gue bersyukur dengan diri gue, disaat gue ngelakuin kesalahan, ada yang bantu gue berdiri, mengirim siluet angin yang buat gue ngerasa hidup. Walaupun itu sedikit, mereka adalah yang berarti di hidup gue.

Mereka sahabat gue yang asli, selama bertahun-tahun gue gak Percaya sahabat itu ada, gue gak percaya sahabat itu bisa bantu gue disaat gue sedih. Tapi? Saat gue dilanda masalah justru gue tau, sahabat setia akan allah kirim ke hambanya yang sedang kesulitan.

Makasih ya allah, kau memberikanku bantuan disaat badai melanda. Karena gue yakin setelah hujan pasti ada pelangi.

Ketiga, gue belajar dari kesalahan itu. Kesalahan gue adalah buruk sangka sama dia alias suudzon. Dan gue ngelakuin itu dua kali.
Tapi setelah gue kapok dan jera, demi allah gue gak bakal ngelakuin hal semacam itu lagi.

Tapi kata mba gue benar. semua orang bisa berubah, prosesnya mirip kupu-kupu. Mba gue menceritakan suatu kisah tentang kupu-kupu.
Dari ulat mereka membentuk kepompong, berhibernasi tanpa melihat realita hidup, tidur dalam kegelapan dan berharap saat mereka bangun mereka ingin memulai hidup yang baru.

Dengan tekad yang bulat, mereka mendorong cangkang yang membukusnya selama berbulan-bulan. Mereka mendorong dengan emosi dan niat yang tulus, mereka ingin berubah karena allah. Mereka bisa nunjukin dengan usaha. Perlahan demi perlahan cangkang hitam yang membalut tubuhnya hampir terlepas semua, hingga menyisakan rapuhan cangkang yang melekat disekitar daun.

Ulet itu nampak ragu melihat pemandangan yang asing bagi dirinya, apa kata ulet itu?
"Aku sudah berjanji sama Allah aku akan berubah, aku harus nunjukin ke dunia luar kalau aku sudah berubah, aku ya aku bukan pribadi yang dulu".

Akhirnya ulat itu keluar dan merangkak ke daun, ia merasa berat dengan punggungnya. Namun saat ulet itu melihat kebelakang, Ulet itu takjub dengan sepasang sayap indah yang ada di punggungnya. Warnanya begitu indah hingga membuatnya yakin bahwa allah telah menghapus semua dosanya.

Ulat itu lalu berteriak "Lihatlah dunia, aku bukan ulat yang dulu pernah kalian hina, aku bukan ulat yang selalu membuat kalian resah setiap melihat aku. Sekarang aku kupu-kupu aku bisa terbang, aku telah belajar dari kesalahan aku yang membuat tuhan menciptakan sepasang sayap ini untukku. Lihatlah aku dunia, aku bisa membuktikan bahwa semua ulet bisa berubah menjadi kupu-kupu secantik aku."

Akhirnya kupu-kupu itu terbang dengan sayap barunya mengelilingi dunia luas nan sejuk, menjalani hidupnya dengan damai.

Kisah itu yang buat gue selalu kabur dari realita. But you know lah.. Dari kisah itu kita belajar, semua orang seburuk apapun kalau dalam tekadnya ingin berubah karena allah. Maka kalian tidak berhak menjatuhkannya. Justru kalian hanya membuat orang itu semakin jauh dari kata kebaikan.

Dengan kalian memaafkan kesalahan orang yang pernah menyakiti kalian, semakin kalian sadar, Bahwa kesalahan mereka bisa menjadi pelajaran yang berarti bagi hidup mereka.

Ingat!
Ulat saja bisa berubah jadi kupu-kupu.
Mengapa kita harus ragu untuk berubah?
Tidak ada kata terlambat, yang kita butuh adalah niat dan semangat.

Show your patient.

-Z-

_⏰_

Halo guys,  selang masa hiatus aku lagi pengen update yang bukan fiksi.

Aku gak tau kenapa,  pengen banget bikin kisah yang nyata di hidup aku.

Selama masa hiatus,  aku banyak belajar tentang kesalahan,  rasa bersyukur, rasa persahabatan dalam satu waktu.

Semoga kedepannya aku bisa publish sesuatu yang akan menginspirasi kalian. Semoga dari tulisanku ini,  kalian bisa terinspirasi.

Jangan lupa vote guys!!

Love you


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 20, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Besok Kita Buat Lembar BaruStories to obsess over. Discover now