Chapter 1 - Melahap!

53 9 5
                                        

Apa kamu tahu apa lucid dream itu? Sadar bahwa kamu ada di dalam mimpi.

Saat ini aku sedang berada di dunia putih, tempat ini permukaannya semua berwarna putih bersih, walau begitu aku masih bisa melihat pepohonan dari kejauhan. butuh beberapa detik untuk mencerna apa yang sedang aku duduki saat ini.

Ternyata ini salju. Ya, ini salju namun ketika ku pegang ini sama sekali tidak dingin, permukaannya kasar seperti Es namun ketika ku pegang justru terasa sedang memegang pasir...

Memang aneh, ini bukan di kamarku, pikiran dan hatiku menarik kesimpulan ini adalah mimpi.
Kenapa aku tahu kalau ini mimpi?

Pertama, karena aku ingat sedang tidur, aku menganggap semua keanehan ini adalah mimpi, aku merasa, aku telah banyak bermain game dan suatu ilusi membawaku kedalamnya.

Tapi! Ini pertama kali aku bermimpi ditempat seperti ini.

Karna ini mimpiku seharusnya aku punya kendali terhadap apa yang ada dalam mimpi.

sambil memejamkan mata, aku mencoba membayangkan didepanku saat ini sudah ada makanan yang enak. Berharap makanan lezat namun setelah kubuka kelopak mataku secara perlahan, dihadapanku tak ada yang berubah sama sekali.

Yaa, kamu tidak bisa mengharapkan konsistensi dalam mimpi.

sesaat tanpa ku sadari kali ini kakiku bisa di gerakan, merasa bingung, aku mencoba menggerak-gerakkan kakiku di Es yang tidak dingin itu...

Aku berpikir jika kakiku bisa digerakan kemungkinan kali ini aku bisa berjalan. walaupun sedikit agak ragu dan lupa caranya untuk berdiri yang harus kulakukan hanyalah mencoba bangun dari dudukku, perlahan-lahan tapi pasti.

Woaahhhh....

Aku mencoba perlahan melangkah dan berjalan ke arah yang banyak pepohonannya. rasanya aneh ketika kau tidak bisa berjalan setelah sekian lama, namun kali ini kau bisa berjalan, itu mungkin seperti kau menulis menggunakan tangan kirimu itu tidak biasa.

Aku mendapati diriku berjalan menuju puncak yang banyak pepohonannya, kupikir jika aku berada di atas mungkin aku bisa menemukan sesuatu dari atas sana.

Sesampainya di atas yang kulihat hanya banyaknya pepohonan. Disana tidak ada tanda-tanda kehidupan hewan maupun manusia.

Aku mengistirahatkan leherku sebentar pada tanganku. Mengamati sekitar.

Seakan bingung dengan tempat ini, Aku mencoba memberanikan diri masuk lebih dalam, kedalam banyaknya pepohonan. menyusuri langkah demi langkah terus maju kedepan memasuki hutan.

Tak ada yang aneh ketika aku masuk lebih dalam kesana, aku coba berteriak sekencang-kencangnya mungkin saja ada orang disini yang mendengarku, namun usahaku sia-sia. Ya, kurasa disini tidak ada siapapun selain aku.

Sungguh mimpi yang aneh, rasanya aku ingin segera terbangun dari mimpi ini.

Setelah sekian lama berjalan cukup jauh, aku melihat lapangan luas, lapangan luas itu di kelilingi pohon pinus di setiap sisinya.

Ditengah-tengahnya itu tertutupi hamparan salju. melangkahkan kakiku kedepan.

Mendadak aku mendengar suara lonceng kecil dari belakangku. Karna sedikit terkejut aku mencoba menoleh ke belakang, namun kulihat itu tidak ada apa-apa disana, tidak ada yang aneh disana.

Lalu aku kembali lagi menoleh kedepan, namun saat pandanganku mulai kembali seketika disana sudah ada sesosok perempuan mengenakan jubah putih yang menutupi sebagian wajahnya.

Karna terperangah aku langsung mengambil langkah mundur dan terjatuh.

Aku menatap keheranan dengan sosok perempuan itu.

Change the destiny of lifeStories to obsess over. Discover now