Tatapannya.

37 6 1
                                        

Sinar matahari yang menembus kaca mobil di pagi hari itu sangatlah terang, menerangi bagian dalam mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi di sebuah jalan tol yang lengang.

Perjalanan sudah sampai setengah jalan, pemandangan diluar di penuhi dengan pepohonan dan hamparan sawah karena terletak memotong dua lahan persawahan yang luas.
~~~~~~~~
Oh yaa, perkenalkan nama gua Almard Delvunis, seorang remaja berumur 16 tahun yang penampilannya bisa di bilang keren hehe.. dengan postur yang cukup tinggi, berkulit cokelat manis, dan berbadan atletis, cukup membuat gua menjadi terkenal dan di rebutkan oleh para kaum hawa haha.. sorry kalau gua kepedean, emang gitu orangnya.

Gua sekolah di salah satu sekolah menengah atas di kota Karawang. Sebagai seorang atlet gua cukup terkenal sih di sekolahan gua, yaa karena gua sering kali maju kedepan saat upacara untuk pengalungan medali, bukan sombong yaa hanya untuk memotivasi kalian yang mau terkenal di sekolahannya juga haha..

Gua sedang berada di perjalanan menuju salah satu stasiun di kota Jakarta, karena ingin mengikuti sebuah perlombaan.

Gua di anter sama Kaka gua, ayah gua dan mama gua. Dan ada temen gua yang ikut di mobil gua sekarang.

Selama perjalanan di dalam mobil penuh dengan riuhnya obrolan antara orang tua gua dan mama dari temen gua, ditambah Ade temen gua yang masih kecil selalu pengen main haha..

Sampe lupa, perkenalkan temen gua yang ikut mobil gua yaitu seorang cewe, namanya Auleria Nerise, seorang cewe yang hemmm gimana yaaa, jujurin aja kali ya, dia itu lucu, dengan pipinya yang di bilang chabi itu membuat nya menjadi seorang cewe imut dan menggemaskan, postur badannya yang hemmm... lebih pendek sih dari gua, tapi dia body goals gitu, dengan kulit yang cokelat manis juga (putihan dia daripada gua sih) membuatnya makin lucu gitu, pokoknya dia tuh behhh baik banget dah. Gua manggil dia sih Ria, soalnya kalo Aul udah banyak gitu, Hem.. bisa dibilang panggilan khusus dari gua haha.

Gua sama Ria udah lama banget sih temenannya, malah sahabatan wkwk, gua yang suka cerita tentang mantan gua ke dia dan dia pun juga sama sebaliknya.

Di mobil, gua dan dia duduk di bangku belakang bersama barang-barang yang banyak, jadi yaa sempit gitu. Karena di depan ada Kaka gua yang nyetir sama ayah gua, di tengah ada mama gua dan mamanya dia, ditambah Kedua adenya wkwk.

Gua dan dia di belakang selalu bercanda, entah itu saling jail, ngemil makanan ringan ataupun ngehibur adenya yang udah mulai bosan sepertinya.

Entah mengapa duduk di sebelahnya berasa nyaman banget, belum pernah senyaman ini duduk sama seorang cewe, kebahagiaan datang dan itu membuat gua selalu melihat dirinya.

Dia sadar gua selalu liat ke arahnya, sampai saat gua sedang asyik-asyiknya melihatnya, dia noleh ke arah gua, seketika gua memalingkan pandangan gua, malu banget gua itu wkwk.

Obrolan terus menerus terucap, tetapi seketika gua dan dia terdiam di belakang. Gua melihat ke arah tangannya yang berada di jok mobil sedang tergeletak dan dia sedang memandangi sawah-sawah yang udah kering padahal sih wkwk.

Entah mengapa...gua merasa ingin memegang tangannya, dengan bermodalkan nyali dan rasa nekat yang cukup membuat keringat gua bercucuran, gua memberanikan untuk memegang tangannya.

Dalam pikiran gua, dia bakal risih dan langsung menjauh kan tangannya dari gua. Tapi, saat gua udah memegang tangannya dia membalas pegangan tangan gua dengan erat, betapa senangnya gua dan serasa dalam hati "gilaaa gua berhasil bikin dia baper".

Saat itu dia langsung melihat gua dengan senyuman manisnya yang bikin gua luluh di situ, bukan hanya beberapa menit gua pegangan tangannya, lama brayy berjam-jam, gilaaaa ga tuhh.

Perjalanan masih jauh, hawa makin panas dan dia tiba-tiba menguap.

"Aku ngantuk", ucapnya dengan lembut.

Betapa terkejutnya gua yang sebelumnya gua sama dia makenya lu gua sekarang dia make aku, gilaa aku haha..

"Yaudah atuh kamu tidur aja", jawab gua.
"Tempatnya ga enak ga ada senderan yang pas", ucap nya
"Yaudah senderan ke pundak aku aja", jawabku sambil menyuruhnya melihat ke arah pundak gua.

Parah sih gua minta dia senderan ke gua, parah disitu gua langsung diem, takutnya bikin dia ilfeel gitu, Tapi, GILAAA BRAYY!!, tanpa gua duga, dia naroh kepalanya di pundak gua, dia nyender ke gua, gilaaa ga tuhh behhh.

Lama kelamaan dia tertidur di pundak gua dengan keadaan tangannya yang memegang tangan gua, perasaan gua campur aduk dah disitu, perasaan gua ke dia kaya bukan ke sahabat gitu lahh, ahhh susah di jelasin hahaha...

Akhirnya, gua juga ketiduran dan nyender ke dia. Beberapa menit kemudian kita udah hampur sampe di salah satu stasiun di Jakarta, gua di bangunin sama dia, gua kaget wkwk.

Di mobil dia minta foto berdua sama gua, yaa disitu gua iyain lah, mau banget gua, siapa sih yang gamau foto sama cewe manis haha, yaudah kita foto dan itu jadi foto pertama kita dengan perasaan sayang gua ke dia hehe.

Setelah sampai di stasiun, kita turun, Kaka dan orang tua gua langsung pulang lagi ke Karawang karena gua lomba ya sendiri. Gua menuju ke pintu masuk stasiun dengan keluarganya, dan gua di gandeng sama dia, DI GANDENG BRAY TANGAN GUA!.

Ternyata di stasiun temen-temen gua yang lain udah pada sampe, banyak yang ikut perlombaan itu, perlombaan yang di selenggarakan di kota Malang, Jawa Timur.

Kita harus nunggu 2 jam lagi sebelum kereta kita datang, kita duduk di depan pintu masuk dekat loket tiket.

"Aku laper, mau makan ah!", Sambil mengeluarkan chicken yang sudah dia beli.
"Yaudah sok atuh", jawab gua.

Saat dia makan, tiba-tiba dia nawarin gua. Gua laper sihh tapi yaaa, gua bilang gamau ke dia.

"Aaaaa", serunya sambil mengarahkan tangannya yang berisikan nasi dan potongan daging ayam ke arah gua.
"Hahh?", Jawab gua kaget.
"Buka mulutnya, makan nih, laper weh nanti di kereta", suruhnya.

Gua membuka mulut gua, dan dia nyuapin gua, NYUAPIN woy NYUAPIN GUA, parah kan gilaa.

Dia nyuapin gua berapa kali yaa, banyak banget sampe abis tuh makanannya wkwk.

Tinggal 15 menit kereta kita sampai di stasiun jakarta, kita langsung membereskan barang-barang kita untuk cek-in tiket.

Dia meminta gua untuk bareng dengannya, gua tungguin dia yang ribet sama bawaannya dan dia malah marahin gua.

"Bantuin ke ihh", kesalnya.
"Yaa ngomong atuh", jawab gua polos.
"Peka dikit ngapa", timpalnya.

Setelah mengantri, kita masuk ke dalam stasiun dan langsung masuk ke gerbong kereta nya.

Gua dan dia nyari tempat duduk sesuai dengan tiket kita, gua berdua bingung banget masuk dari gerbong depan ternyata kita di gerbong belakang, di tinggal sih kita.

Disitu dia udah bete banget ke gua, ngomel terus ke gua.

Sesampainya di gerbong belakang, gua melihat temen-temen gua lagi pada beresin barangnya.

Dengan kursi yang muat dua orang dan saling berhadapan, jadi yaa 4 orang saling berhadapan untuk duduknya, itulah kereta kelas bisnis yang kita pakai.

Saat melihat tempat duduk gua yang bernomer 5A, betapa terkejutnya gua, gua duduk sebelahan sama dia, dan berhadapan sama mama dan adenya.

Wagelasehhh ituu mahh...

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 03, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Heaven : tentang kitaStories to obsess over. Discover now