1

694 43 1
                                        

Banyak faktor yang membuat seseorang mengalami gangguan mental atau mental breakdown. Kadang mental breakdown dapat membuat seseorang mengalami syndrome-syndrome yg kurang masuk diakal.

Salah satunya kadang karena suatu tekanan atau stress yang berkepanjangan atau karena sebuah Trauma.

Sulit untuk menyembuhkan orang yang mengalami mental breakdown. Karena seseorang penderita mental break down/syndrome harus memiliki keinginan dari dirinya sendiri untuk sembuh.

Layaknya penderita kanker yang kebanyakan pasti mengalami mental break down, seorang Penderita syndrome yang disebabkan oleh trauma harus mendapatkan perhatian lebih. Karena biasanya penderita syndrome lebih sensitive dengan sekitarnya.

Penderita Syndrome yang melibatkan gangguan mental, Mereka akan lebih berani untuk melukai diri mereka sendiri ketika truma itu berkelebat di pikiran mereka.

Mungkin itu yg sedang dialami seorang pria yang kini tengah membaca sebuah buku di sebuah kamar yang luas, sambil bersandar di kepala ranjang king size miliknya. Kacamata baca yang bertengger di hidung mancungnya membuat wajahnya semakin tampan tatkala kaos berwarna merah maroon dan celana jeans putih telah menjunjung ketampanan dirinya.
Wajah pucatnya menampilkan ekspresi yang begitu tenang sembari jari-jari lentiknya membuka tiap halaman buku yang ia pegang.

'Tok tok tok'

Suara pintu kayu yang di ketuk membuatnya harus mengalihkan fokusnya.
Sepertinya dia terusik dengan kedatangan seseorang yg dengan beraninya mengganggu acara membacanya.
Terlihat dari gerakannya yang menutup buku ditangannya itu dengan kasar yang diikuti dengan hembusan nafas kasar.

"Ada Apa? " sahutnya tanpa bertanya, ia tau siapa yg berani mengusik kegiatannya.

"Tuan, semua pekerjaan para Maid sudah beres. Saya dan lainnya ijin mohon pamit" ucap suara di seberang pintu.

"Baiklah... Terimakasih untuk hari ini " ya, itu adalah salah satu maid di mentionnya yang super besar.

"baiklah, saya dan lainnya pulang dulu tuan, permisi"

Setelah itu tak terdengar lagi suara sahutan dari si Tuan ataupun maidnya. Kemudian, pemuda yg dipanggil tuang itu meletakkan buku yg bacanya tadi di nakas samping ranjang beserta dengan kacamata baca yg ia kenakan. Lalu beranjak dan keluar dari kamar menuju dapur.

Di raihnya sebuah botol wine yang tertata rapi di rak khusus yang terpajang begitu mewah dan elegan di dekat sebuah meja bar yang tak kalah mewah layaknya di sebuah bar mewah ala western. Dan beberapa gelas wine indah menggantung apik di atasnya.

Diraih gelas tersebut dan dituangnya wine kedalamnya. Jika kalian melihat pemandangan ini, maka bayangkan saja jika seorang aktor tampan berkarisma, berkulit pucat dengan manik rubah dan rambut hitam legamnya yang menutupi kening, mengenakan balutan kaos berwarna merah maroon dan celana jeans putih membalut kaki-kaki rampingnya sedang duduk dengan elegannya sambil menggoyang-goyangkan gelas wine dengan Tatapan yang begitu tajam seperti di sebuah drama Korea. Bagimana? Tampan bukan? Pastinya...

Ya, itulah sedikit gambaran fisik seorang Jeon Wonwoo. Putra dari konglomerat pemilik perusahaan teknologi terbesar di Asia 'JATC'. Apapun yg diinginkannya selalu terpenuhi. Jangan tanyakan seberapa kaya keluarganya.

Di usia nya yang masih muda tanpa bekerja keras, ia sudah mendapatkan kekayaan yang melimpah seperti segudang mobil-mobil sport, dan berbagai mobil mahal limmited edition juga mension besar yang ia tempati seorang diri saat ini. Ya.. Seorang diri.

Wonwoo tidak suka jika ada orang lain di rumahnya. Bukannya sombong atau apa. Tapi karena suatu alasan yg membuatnya tak mengizinkan orang lain termasuk keluarganya berada dirumahnya. Kecuali seseorang.

Tapi di pagi hari sampai menjelang sore,ia mengizinkan para Maid yg bertugas membersihkan Mension untuk datang kerumah. Dan para Maid akan pulang sesuai dengan jamnya. Selama para maid bekerja, wonwoo akan tetap berada dikamarnya, atau di perpustakaan besar miliknya. Ia akan keluar dengan leluasa seusai semua maid dan pekerja lainnya sudah pulang.

Aneh, memang aneh.

Kalian pasti berfikir. Tidakkah dia merasa kesepian?

Mungkin saja iya, atau ......

bisa saja Tidak!

## Hello, Ini adalah tulisanku yang pertama yg aku publish.

Aku masih dalam tahap belajar. Jadi maaf jika ada typo atau kesalahan penggunaan bahasa.

Sejujurnya aku masih kikuk untuk menggunakan bahasa yg baku.

*kenapa nggak pake bahasa non-baku?
A: karena aku nggak suka bahasa non baku untuk sebuah fanfic.

Tapi... Yah aku akan mencoba sebaik mungkin di chap selanjutnya...

Don't Judge Me please...

Heal MeWhere stories live. Discover now