Mian

852 52 0
                                        


"Kau masih menyimpannya"?

Itu terdengar seperti bukan sebuah pertanyaan untukku. Dia terdengar tidak suka jika aku menyimpannya. Aku tau aku salah, tapi sungguh tidak ada niat untukku menyakitinya apalagi meninggalkannya. Dia sangat berarti untukku tapi dengan bodohnya aku pergi dengan menorehkan luka dalam dihatinya.

"Kenapa kau diam, apa kau juga tidak ingin bicara denganku. Apa masih belum cukup kau meninggalkanku dan sekarang setelah tiga tahun tak melihatku kau mengabaikanku".

Dia menangis, dan itu membuwat hatiku sakit. Aku ingin memeluknya, menghapus air matanya, tapi aku tak bisa. Benda sialan ini sungguh menggangguku, aku benci dengan keadaan ini, aku mohon jangan menangis.

"Maafkan aku karena tidak ada disampingmu saat kau sakit dan rapuh".

JUST U & MEStories to obsess over. Discover now