"Annyeonghaseyo... naneun Park Jihyo imnida"
Ucap yeoja bermata bulat memperkelnalkan diri di depan kelas. Ya, Jihyo. Yeoja pindahan dari Incheon tersebut menundukan badannya 90° dan menatap seluruh teman baru di kelasnya, dan tanpa senyum sedikitpun.
Tak sedikit pula yang berbisik. Entah hal apa yang mereka bicarakan hingga tak ingin di dengar oleh yeoja bermata bulat bernama Jihyo itu.
"Baiklah.. Jihyo, silahkan duduk di kursi kosong belakang. Ne?" Perintah wanita setengah baya sambil menunjuk bangku yang di maksud
Jihyo mengangguk pelan dan segera menghampiri bangku nya. Segera ia mendaratkan pantanya pada kursi.
"Sst sstt.."
Jihyo menoleh ke arah suara yang menurutnya telah mengganggunya.
"Annyeong.. Oh Se Hun imnida"
Namja bernama Sehun itu mengangkat tangan nya ke arah tangan Jihyo. Tapi nihil, tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan, yeoja bermata bulat itu tidak menoleh kan mukanya ketika Sehun berbicara
"Ahh, kau salahh.. kau telah berbicara dengan sebuah patung"
Sindir namja bergigi kelinci di belakang Sehun. Dia bernama Jungkook.
Jungkook yang berkata seperti itu sukses membuat Jihyo menoleh, tapi dengan tatapan tajam nya.
"Ww..wa..waeee?? Jungkook yang mengatakan ituu.. bu.. bukan aku.. kau galak sekali" Sehun mulai gugup ketika melihat Jihyo menatapnya tajam.
"Mwo?! Kenapa aku??!"
Jungkook mengelak.
"Sehun, Jungkook!" Getak mrs.Suzy, guru matematika.
Ya, bu suzy adalah guru ter killer di sekolah mereka. Jungkook dan Sehun telah menjadi hafalan para guru di sana, karena suka membuat onar.
"Nn..nee Song seng nimm?" Sahut Jungkook dan Sehun gugup.
"Kedepan sekarang, lalu lakukan yang biasa kalian lakukan!" Perintah Suzy pada kedua murid nakalnya. Suzy tidak perlu menyebutkan hukuman, karena Jungkook dan Sehun telah hafal apa yang akan mereka lakukan saat di hukum
Tanpa basa basi Sehun dan Jungkook dengan cepat lari ke depan kelas. Ya, mereka takut jika berlama lama akan menjadi masalah baru dengan suzy nanti. Sehun mengambil kipas, dan Jungkook memegang lengan bu Suzy. Ya, itulah hukumannya. Sehun harus mengipasi guru kiler itu dan Jungkook harus memijat tangan guru itu juga. Ya, hukuman tidak masuk akal memang. Tapi hukuman itulah yang di terapkan bu Suzy pada muridnya.
"Huh, dasar, hukuman apa inii?! Enak saja bu Suzy" -Batin Jungkook
"Aku mual dengan hukuman ini_-" -Batin Sehun.
Bagaimana dengan Jihyo? Hm, dia sama sekali tidak mempedulikan mereka. Bahkan dia hanya memandang keluar jendela sedari tadi, dari mata bulat Jihyo terlihat air bening yang berjatuhan. Entah apa yang sedang ia pikirkan hingga ia menangis.
"Jihyo-ya? Wae? Kenapa kau menangis?" Tegur mrs. Suzy
Seisi kelas pun sekarang mengarahkan pandangan mereka ke Jihyo dengan tatapan penasaran.
Jihyo hanya menggeleng pelan dan mengusap air matanya.
***
Tin tiin!
"Oppa" Gumam Jihyo pelan setelah melihat Suho, oppanya, yang telah menjemputnya dengan menggunakan mobil sport mewah milik Suho.
Segera, Jihyo melangkahkan kaki keluar gerbang sekolahnya dan masuk ke dalam mobil Suho.
"Bagaimana sekolah barumu? Temanmu banyak?" Tanya Suho ketika Jihyo sudah berada di dalam mobil.
Jihyo hanya mengangguk dan mengambil ponsel di dalam tasnya
Suho pun mengegas mobilnya dengan kecepatan normal dan mulai meninggalkan area sekolah Jihyo
Jihyo membulatkan matanya ketika melihat notifikasi whatsapp
Nomor tidak dikenal
Hai
Ini benar Jihyo?
Apa kau sudah pulang?
Kau ingat jalan pulang kan?
Hehee
"Siapa?" Gumam Jihyo, namun masih dapat di dengar oleh Suho.
"Wae? Apanya yang siapa?"
Sontak Jihyo menoleh ke arah Suho dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Suho hanya terkekeh melihat tingkah laku adiknya.
Jihyo tidak membalas chat itu. Hanya di baca saja dan ia abaikan. Tapi,
Nomor tidak dikenal
Read?
Salahku apa, huh_-
Kau ini cuek sekali_-
"Ck" Jihyo mendecakkan lidah.
"Waee?" Tanya Suho lagi.
"Ani" Jawab Jihyo singkat
Nomor tidak dikenal
Jihyoo
Jihyo
?
Nomor tidak dikenal
Hanya itu saja?
Dasar es:v
Jihyo
(Read)
Nomor tidak dikenal
Save nomorku
Jeon Jungkook yang tampan, hehe
Jihyo
Hm
Nomor tidak dikenal
Baiklah,, gomawooo
Jihyo (read)
"Dari mana dia dapat nomorku?" -Batin Jihyo
Sekitar 20 menit perjalanan, Jihyo dan Suho sampai di rumah mewah mereka. Ya, rumah berlantai 3 ini hanya di tempati 2 orang saja, Jihyo dan Suho. Mereka tidak berniatan untuk mencari pembantu karena mereka ingin mandiri dan melakukan pekerjaan rumah sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Segera, Jihyo menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Calling
Jungkook
"Ck! Kenapa orang ini selalu menggangguku! Kenapa menelfonku? Ish!" Ucap Jihyo kesal.
Bip
"Dasar patung" -Jungkook
"...." -Jihyo
"Kenapa kau tidak berbicara, eoh" -Jungkook
"...." -Jihyo
"Oh iya, Kau sedang apa?" -Jungkook
"...." -Jihyo
Bip
Jihyo menutup telfon nya dan membanting ponsel ke meja belajarnya. Tidak peduli apa yang akan terjadi pada ponsel nya. Dia sama sekali tidak membuka mulut saat Jungkook menelfon tadi.
Jihyo merebahkan tubuhnya ke kasur berukuran king size.
Setelah itu, Jihyo mengarahkan pandangannya pada sebuah bingkai foto yang memaparkan wajah cantik wanita setengah baya menggunakan gaun berwarna putih sedang memeluknya. Jihyo mengambil bingkai tersebut
"Hftt!" Jihyo menghembuskan nafas beratnya
"Eomma" Ucap Jihyo lirih sambil meraba foto wanita setengah baya itu.
Tak terasa, satu bulir air mata jatuh di pipi Jihyo. Sesekali ia mengusap air matanya. Tapi selalu saja, air matanya keluar.
Ia memeluk bingkai foto eommanya, dan kembali merebahkan tubuhnya ke kasur. Jihyo memejamkan matanya dan tertidur pulas bersama bingkai foto yang ada di pelukannya.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Dead Love
Fantastikterimakasih telah membuatku bahagia lagi walaupun hanya sesaat, tapi aku sungguh bahagia
