Kalau kau menjadi diriku, kau pasti tahu rasanya seperti apa.
ㅡ
Pagi yang cerah ini, adalah hari dimana aku bisa merasakan lembutnya semilir angin yang menerpa kulitku, dimana aku bisa mendengar cicitan merdu burung-burung yang berterbangan silih berganti di atap dorm kami.
Aku duduk sendirian, sambil menyesap kopi yang masih hangat. Hari ini, kami sedang tidak ada jadwal untuk perform, kecuali sore nanti. Kami ada jadwal untuk siaran langsung.
Di sela-sela kesendirianku, kulihat ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahkuㅡah, maksudku ke tempat jemuran baju disampingku.
"Yuta hyung? Sedang apa kau disini?" sapa orang itu.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman. "Aku hanya ingin sendirian saja. Aku mau menenangkan diri."
Orang itu hanya mengangguk pelan. "Ah, baiklah. Aku turun dulu ya, hyung. Jangan berlama-lama diluar, nanti kau masuk angin."
Aku hanya mengangguk.
Sambil tersenyum, tersenyum pilu.
Terima kasih sudah perhatian kepadaku.
ㅡ
"Sudah siap semuanya? Ayo kita berangkat!" seru seorang pria bertubuh mungil namun memiliki peran besar dalam grup kami, Taeyong.
Sementara member yang lain sedang memasukkan tas mereka ke dalam mobil, aku hanya duduk terdiam di depan pintu dorm.
Taeil hyung, salah satu orang yang sadar akan keanehan diriku di hari ini, mendekat ke arahku dan mengulurkan tangannya.
"Aku tahu ini berat, tapi bisakah kau menjadi Cheerful Yuta untuk acara hari ini?"
Aku menatapnya lama, lama sekali. Kemudian mengangguk dan berdiri.
"Semoga saja aku bisa, hyung. Harus profesional, kan?"
"Iya, harus profesional."
ㅡ
Acara kami berjalan lancar sejauh ini. Sekarang, kami sedang dalam sesi menebak seorang member dengan mata tertutup. Hingga pada akhirnya tiba saatnya aku menebak siapa orang dihadapanku ini.
"Sudah siap, hyung?" tanya seseorang yang aku tidak tahu siapa, tapi aku rasa itu Haechan, terdengar dari suaranya yang khas. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
3.. 2.. 1.. Start!
Ketika aku mendekat ke arah orang dihadapanku, seketika hatiku mencelos.
Aroma parfumnya, bau badan khasnya, model rambutnya, telinga uniknya... ini pasti dia.
"Siapa orang yang ada dihadapanmu?" tanya Haechan. Member yang lain menatap kami dengan antusiasㅡmungkin.
"W-Winwin."
Dan ku lepas penutup mataku. Ya, itu dia! Winwin-ku, orang yang sangat aku sayangi. Rasa sayangku padanya melebihi seorang sahabat atau adik-kakak. Aku jatuh cinta padanya. Aku bisa bilang dia itu kekasihku.
YOU ARE READING
Lost 『 YuWin 』
FanfictionKalau kau menjadi diriku, kau pasti tahu rasanya seperti apa. ㅡ Yuta × Winwin (YuWin) [ B×B • Oneshot • Yuta's side • Angst • Bahasa ] ©eversta 2018-2019 [ 2018 for story, 2019 for release ]
