why?

12 1 0
                                        

"kita putus" kata Sei, langsung pada inti tidak ada basa basi di antara Sei dan Rai sore itu. Sebelumnya Rei yang mendapatkan Chat WhatsApp dari Sei untuk menemuinya di taman belakang gedung Fakultas Ekonomi yang mana Sei adalah Mahasiswi semeter 3 dari prodi Akuntansi. Berbeda dengan Rai adalah Mahasiswa Hukum semester 5. Setelah kelas selesai Rai buru-buru menuju taman.

Setelah sampai di taman langsung Sei mengatakan maksud nya yang ingin di utarakan. "Kita putus" katanya tanpa sapaan hai atau bagaimana hari mu seperti itu.
Rai yang masih kebingungan memastikan hal itu apakah Sei bercanda. Tidak lucu sesore ini mungkin mood Sei sedang buruk dan Rai sudah paham, bagaimana pacarnya jika dalam kondisi badmood bisa berubah menjadi apa saja.

"Jangan bercanda Sei" dengan di iringi senyuman yang siapa pun tau bahwa sang empu nya sedang tidak tersenyum karena  senang.

"Aku gak bercanda, asal kamu tau aja Rei satu setengah tahun pacaran sama kamu itu tidak ada sesuatu yang spesial diantara kita, kamu gak pernah mengerti bagaimana aku". Sahut Sei

"Jadi bagaimana Sei,  aku tidak pernah protes kepada mu bagaimana mood mu yang sangat mudah berubah karena aku yang tidak pernah mengerti jika kamu menginginkan sesuatu atau tidak menyukai sesuatu. Bagaimana aku bisa tau jika kamu tidak pernah bilang apa yang ada adalam pikiran mu" Rei sebisa mungkin menjelaskan semua yang ada di dalam hari nya saat ini.

"Kita putus mulai saat ini Rai aku minggu depan bakal nikah sama Arya" Pungkas Sei dan dia berlalu meninggalkan Rai yang masih tidak habis pikir dengan mantan pacarnya itu.
Di detik selanjutnya cairan bening sudah lolos mengalir di pipinya dengan mata nya yang memerah.

Saat Rai bangun dari duduk nya tanpa sengaja  dia mendengar Mahasiswi yang berkata "kau tau, Sei dan Arya akan menikah minggu depan, dan yang lebih menejutkan adalah Sei sudah Hamil 5 bulan"
Rei pun berlari keluar dari area taman dan tidak ingin mendengarkan hal itu. Dia percaya pacarny Sei bukan wanita seperti itu.
Saat berlari tiba-tiba Rai menabrak sesuatu. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

"Aduh gimana sih mas, lhoh ini bukan mas nya buka style anak pendikan. Kok sampe sini" Ara yang panik malah melantur sampai mana-mana. "Tolong duh mas yang pegang es teh sini mas... Ara minta tolong yah.. bantuin Ara bawa mas ini ke klinik Kampus ya.." "iya mbak" jawab laki-laki itu

Rai yang tiba-tiba terkaget dan langsung membuka mata nya bingung dia dimana?kenapa di luar gelap?

Ara yang tiba- tiba masuk ke ruang itu pun seperti dapat membaca pikiran Rai "di klinik kampus, jam 7 malem mas, Saya minta maaf mas masak mas nya yang nabrak saya kok mas tiba-tiba juga pingsan... Yah saya merasa gagal jadi perempuan" Ara tersadar bahwa mereka tidak saling kenal. Dan "intinya Ara minta maaf ya mas, bisa pulang sendiri kan? Bye" pungkas Ara

Rai yang sudah paham dengan maksud dengan gadis itu hanya mengangguk

I AM OKAYOù les histoires vivent. Découvrez maintenant