Big Apple

1.7K 17 1
                                        

Bersandar di kursi kebesaran setelah bekerja keras itu memang nikmat apa lagi di suguhi pemandangan seluruh big Apple di temani sekaleng bir, sungguh surga dunia, hal yang kau inginkan pertama kali setelah bekerja. namun, sebuah ketukan pintu yang menggangu membuat kosentrasiku tergangu dengan pandangan masih menghadap jendela besar dan seluruh Big apple di sana aku memepersilahkan siapapun-sialan- itu masuk, dia benar benar merusak suasana surga ku saat ini.

"Bos-"

"DAMIEN!"

oh tidak- aku memutar kursi dan menatap tatapan menuntut dari mahkluk yang tak pernah bisa ku tahklukkan. oke sebaiknya aku memasang wajah polos-tak-bersalah-andalanku. dan memasang senyum tanpa dosa salah satu andalan ku juga.

"Jangan berbohong dan katakan padaku kemana Pett pergi!"

oke aku harus mengamankam beberapa barang dari jangkauan wanita itu sebelum semuanya melayang ke kepala ku.

"Pett?-"

pertanyaan Bodoh! tentu Pett! dan seketika itu mata wanita itu berputar, kurasa memutar mata suatu kebiasaan di keluarga kami.

"Oh-tentu Pett! dan jangan berbohong pada ku Dia bersembunyi di mana!"

aku memutar otak ku dan kembali pada kejadian dua hari yang lalu saat Peter masuk Ruangan ku dan meminta Cuti beberapa Hari.

"emh-jujur aku tidak tahu, dia hanya datang mengetuk pintuku dan bilang ingin berlibur beberapa hari dan berpesan jangan mencarinya"

harusnya aku curiga kalau Petter baru saja melarikan diri, melarikan diri dari wanita di hadapanku sekarang. hembusan napas yang berapi api dan wajah merah yang kesal membuatnya tampak akan meledak sebentar lagi dengan segala macam emosi yang ia tahan.

"Aku benar-benar akan membunuh anak itu jika ia berani muncul ke hadapanku"

suara kertakan gigi terdengar dari dalam mulutnya dan itu sedikit membuatku ngeri.

"oke Mom, aku takkan ikut campur urusanmu dengan Pett, jadi aku akan-"

"O-tidak-tidak Kau! Kau tahu apa yang ia perbuat!?"

oke kita masuk ke sesi pembukaan kemarahan Ibuku yang mengerikan ini-dan barbar- tentu aku tak ingin mati saat ini jadi itu hanya untuk diriku sendiri.

"Baik,apa yang dia bisa lakukan dalam seminggu?"

ku rasa masalah sepele, Pett memang banyak berulah, tapi aku yakin ia tak mungkin dalam waktu seminggu ia bisa mengukir kesalahan sepanjang sungai Nil.
mata Mom menyimpit dan aku tahu sekarang pikiran ku salah, Pett benar benar berengsek sampai mengukir kesalahan sepanjang sungai Nil!.

"Nah- Damien Cooper sekarang dengarkan baik baik apa yang Pett lakukan selama seminggu yang bisa membuatku membunuhnya"

Sebaiknya tadi pagi aku menyempatkan membawa earphone ku yang tertinggal atau mungkin lebih baik nanti aku ke dokter saja untuk memeriksa kuping ku-baik agak berlebihan sebenarnya, tapi mendengar ocehan ibu ku itu sama dengan cara kau meneguk sup panas seperti air biasa dan membuat suhu badanmu terbakar dan lidahmu kelu.

"seminggu yang lalu dia meminjam mobil ku karena dia bilang mobilnya di bengkel,kemudian dua hari setelahnya aku mendapat telepon dari kantor polisi kalau mobil Pett di sana bukan di bengkel dan dia berbohong padaku , kemudian bebrapa hari setelahnya berdatangan jalang ke rumah mencari Pett dan seorang di antara mereka mengaku di hamil anak pett, jalang itu meminta Pett bertanggungjawab dan memakiku saat aku mengusirnya,beruntung aku tak membunuh jalang-sialan-itu! dan dua hari setelahnya seorang pria dengan tampang mejengkelkan dan memberitahuku kalau pett berhutang $50.000 padanya, lalu baru saja aku mendapat telepon kalau mobil ku baru saja masuk bengkel karena terdapat goresan di sisi kanannya! aku tak habis pikir dengan kelakuannya! demi Tuhan!"

THE OBSESIONWhere stories live. Discover now