Bagian 1

5 0 0
                                        

"Dia sudah memiliki kekasih". Ujar Temanku

Aku tanpa sengaja memperhatikannya. Setahun sudah berlalu, dan kini ku mendengar kau sudah tak sendiri lagi. Sekejap tak bergeming aku mendengarnya.

"Ahh, benarkah? Hmm Syukurlah". Tercekat ku mengucapkan kata itu.

Yaa, Aku bersyukur. Dia, seseorang yang dulu sangat berarti bagi ku, mungkin kini masih, tersenyum dengan indahnya dibawah rindangnya pohon. Seseorang yang aku sakiti dengan kata itu sekarang menjadi bumerang untuk ku.

"Kau yakin, mengucapkan itu?".

"Ya, Aku yakin." ya walaupun ragu tak apa asal kau masih tersenyum. Biarlah aku bersembunyi di balik senyum palsu ini, menyesali keputusanku.

"Kita sudah berteman berapa lama? Aku tau kau berbohong."

Senyum miris kutunjukan.

" Kau benar. Masih sulit untuk ku melupakannya". Mana bisa aku membohongi temanku yang satu ini. Sudah sangat lama aku dan dia berteman. Bisa bisanya aku... sambil menggelengkan kepala.

Setahun ini, Setiap hari berlalu tanpa kusadari. Setiap mendengar kabar tentangmu aku hanya mengangguk seperti kau adalah orang asing. Aku mengabaikannya namun tetap menanti. Lucunya aku.

"Sudahlah, ayolah move on cari yang lain. Dia saja sudah punya"

"Ini sulit" yaa ini sulit bercampur rasa bersalahku padanya.

"Jika belum dicoba mana kau tau itu sulit apa tidak. Nanti aku kenalkan dengan teman laki-laki ku" tawarnya pada ku

"Tak perlu. Ada-ada aja kamu"

"Jangan nolak. Teman-teman ku gak mengecewakan kok. dicoba dulu. Sudah yuk kekelas 10 menit lagi masuk jam berikutnya"

" Iya-iya. aku beresin ini dulu".

---- 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 18, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Missing YouStories to obsess over. Discover now