Sebuah taxi memasuki halaman sekolah tiga lantai yang merupakan salah satu sekolah favorit di ibu kota.Rizky menatap keluar jendela dan melihat siswa-siswi yang sedang berlalu lalang.walaupun sedikit gugup,karena ini merupakan penagalaman pertama Rizky datang ke Jakarta,namun iya tetap tersenyum.Hingga taxi yang ia tumpangi parkir dengan sempurna.
"Sudah sampai" kata sopir taxi dengan menatap Rizky melalui spion,lalu ia turun dan menurunkan semua barang-barng rizky dari dalam taxi.sekitar 3 menit Rizky turun dari taxi,seorang guru berperwakan tinggi dan sedikit brewok menghampiri Rizky.Dari wajahnya Rizky dapat menduga umurnya sekitar 30 tahun.
" Rizky Aditya?"tanya sang guru sambil melihat nama yang tertera di kertas yang ada di tanganya.
"Iya pak" jawab rizky.
"Ikuti pak" kata pak guru lalu mendahului rizky.Rizky mengekoriya, hingga pak guru berhenti di ruangan kantor.
" kamu tunggu di sini,pak pergi memanggil kepsek"katanya dengan suara yang agak lantang,lalu berlalu.
Beberpa menit kemudia pak yang belum diketahui oleh rizky namanya,kembali dan menyuruh rizky untuk bertemu dengan kepala sekolah.
Dari hasil perundingan dengan kepala sekolah,rizki memilih untuk tinggal di kos dan ingin hidup mandiri.Hidup tanpa diatur oleh orang lain.
Hufffff.
Rizky menarik napas panjang sambil merebahkan tubuhnya di kasur.kata pak kepsek kos-kosan ini merupakan milik dari mantan guru yang dulu pernah mengajar di citra bangsa,dan ada juga beberpa murid Citra bangsa yang ngekos di sini.sebelum memejamkan mata Rizky merogoh sakunya dan mengambil sesuatu.Setelah mendapat apa yang ia cari,tanganya mulai menari-nari di atas layar dan lagu imagination diputar."i hope,i can find you here"batinnya. matanya mulai terpejam dan ia larut dalam mimpi.
Heheheh.....halo guys mohon dukung cerita aku dengan di vote dan koment ya.maaf kalo kurang menarik ceritanya😄.aku akan usain untuk membuat ceritanya menarik deh😄😄😄.....semoga kalian suka ya😇😇😇
YOU ARE READING
About Me
Fanfiction"Ayah dan ibuku memang seorang wiraswasta yang kata orang memiliki banyak uang dan usaha di mana-mana.Tapi itu buatku,apa yang mereka miliki itu milik mereka,dan aku tidak mau bergantung terus pada mereka.Aku harus bisa membiayai pendidikan SMA ku...
