Bahagia! Pada tahun Saka 605 hari kesebelas, bulan terang bulan Walsaka, Dapunta Hyang naik di perahu melakukan siddhayatra. Pada hari ketujuh dari bulan terang bulan Jyestha, Dapuntang Hyang berangkat dari Minanga Tamwa membawa tentara dua laksa dengan perbekalan dua ratus cara di perahu, yang berjalan seribu tiga ratus dua belas banyaknya, datang di matadanau dengan senang hati. Pada hari kelima dari bulan terang bulan Asada dengan lega gembira datang membuat wanua Sriwijaya. Menang, perjalanan berhasil dan menjadi makmur senantiasa.
(Prasasti Kedukan Bukit)
YOU ARE READING
Senopati
Historical FictionPerjalanan Waktu ke Bhumi Sriwijaya Ardina Larasati, mahasiswi arkeologi yang sedang melakukan ekspedisi Candi Muara Takus di Riau, terlempar ke zaman Kerajaan Sriwijaya. Di sana, ia bertemu dengan panglima perang (senopati) yang tegas dan kharismat...
