Ini adalah cerita pertamaku jadi
Semoga suka yaaaa !!!
Langsung baca aja... 😙😙😄😄
"Apa yang kau lakukan disana" panggil pria berasurai hitam dengan senyum manis yang terpancar bahagia diwajahnya pada kekasihnya.
Pria itu mengenakan kemeja yang sedikit kebesaran dan celana jeans yang sedikit koyak. Juga tak ketinggalan sepatu kets yang sudah usang. Padahal ini sudah mulai memasuki musim dingin, tapi pria itu seakan tak merasakan udara dingin yang berhembus disekitarnya.
"Apalagi yang kau tunggu disana, cepat kemari" jawab gadis yang sedang berjongkok dengan rambutnya yang sesekali tertiup angin.
Pria bersurai hitam itupun menghampiri kekasihnya "kenapa kau berjongkok disini?" Tanya pria itu. "Ada banyak bunga kecil disini, lihatlah sangat cantik bukan, oppa?" Kata gadis itu.
"Menurutku bunga ini biasa saja, Shira-ah. Bahkan ada yang lebih cantik daripada bunga ini"
"Benarkah, apa itu?" Tanya Shira bingung.
"Dia ada didepanku sekarang" dengan senyum manisnya.
"Dimana, aku bahkan tidak melihatnya" sambil mencari di sekelilingnya, namun tidak menemukan apapun.
Yoongi memegang bahu kekasihnya dengan senyum manis dan bahagia diwajahnya "tentu saja kau tidak bisa melihatnya, karena yang lebih indah dari bunga-bunga ini adalah kau"
"Tapi tidak ad... " Shira tertegun mendengar ucapan Yoongi. "Mwo..?? Astaga kau ini. Oppa aku tidak suka kau menggodaku seperti itu" tanpa ia sadari pipinya memerah.
"Apa ini, kau bilang untuk berhenti menggodamu, tapi lihatlah pipimu sudah semerah tomat" kata Yoongi sambil menunjuk wajah memerah kekasinya.
"Berhentilah menggodaku kubilang" mwnutupi pipinya yang semakin dan semakin memerah karena malu.
"Arraseo... sekarang sudah sore, lebih baik kita pulang. Aku akan mengantarmu." Kata Yoongi membujuk Shira agar tidak merajuk. Namun Shira masih tetap berdiri tanpa memperdulikan Yoongi.
"Shira-ah... baiklah, aku minta maaf. Aku akan nengantarmu pulang. Ayo..." sambil menarik tangan Shira untuk berjalan bersamanya.
Mereka berjalan beriringan menuju rumah Shira. Sejujurnya, jika merka ingin lebih cepat sampai, mereka bisa menggunakan bus, namun karena ketiadaan ongkos dari Yoongi, jadilah mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Mereka pun sampai di depan gerbang rumah Shira.
"Masuklah, udaranya semakin dingin" kata Yoongi.
"Kau menyuruhku masuk karena udaranya semakin dingin, tapi lihatlah dirimu. Kau bahkan hanya memakai kebesaran ini dan tanpa mentel. Apa-apaan kau ini" khawatir Shira sekaligus marah pada Yoongi.
"Arraseo... sekarang masuklah maka aku akan segera pulang dan mendekam di bawah selimut" canda Yoongi sambil mengusap kecil rambut Shira.
"Kau bisa hubungi aku saat sampai rumah nanti..!!" Shira mewanti-wanti.
Namun Yoongi hanya tersenyum sambil mengangguk, terlalu senang karena Shira mengkhawatirkan kesehatannya dan dirinya. "Sekarang cepatlah masuk, setelah itu istirahatlah. Arratci...!?" Titah Yoongi yang langsung dituruti Shira dengan bergegas masuk kedalam pelataran rumahnya sambil melambaikan tangan dan mengusyaratkan kata 'anyeong' tanpa suara.
Yoongi pun balas melambaikan tangannya dan berkata 'anyeong' dengan suara lirih.
Setelah melihat Shira memasuki rumahnya, Yoongi bergegas meninggalkan kediaman keluarga Cho menuju rumahnya dengan berjalan kaki.
***
Kediaman keluarga Cho..
"Shira-ah, akhirnya kau pulang juga. Darimana saja kau seharian ini, sampai pulang sesore ini." Sambut Ny. Cho pada putrinya.
"Tadi aku pergi keluar dengan temanku, eomma. Maaf membuatmu khawatir." Sesal Shira pada ibunya.
"Sudahlah, yang penting kau sudah pulang. Ayo masuk, appa-mu menunggumu sejak tadi." Putus Ny. Cho.
"Ada apa appa menungguku ?" Shira bingung dibuatnya.
"Lebih baik masuk saja. Kita bahas di dalam saja."
Saat sampai di dalam, bisa mereka lihat Tn. Cho sedang menempelkan ponselnya di telinga dan terlihat akan menyudahi aktifitasnya itu setelah melihat anak dan istrinya.
Tbc
Cerita ini murni hasil imajinasi aku sendiri tapi untuk castnya aku terinspirasi dari akun parkyiejung yang ceritanya aku suka banget..😊😊😊
Lanjut part selanjutnya readers...😙😙
YOU ARE READING
I'm fine
PoetryCho Shira yang sudah memiliki kekasih harus dijodohkan dengan anak dari teman ayahnya yang bahkan tidak pernah ia ketahui. Saat Shira menolaknya dan ingin tetap mempertahankan hubungannya, ayahnya mengancamnya. Apa yang akan Shira lakukan ? antara m...
