Blood Moon

12 0 0
                                        

@ Sabtu, 4 April 2015

Blood Moon...

Malam itu, aku masih berada di kampus "gentayangan" sendirian. Di kampus ini memang sudah sepi tentunya karena hari sudah larut malam plus libur. Aku tengah berjalan di koridor lantai 4 FKM—tempatku berkuliah ini. Iseng saja, aku berada di kampus ini karena mau melihat Blood Moon dari sini, pasti indah sekali. Padahal, hari ini kan lagi tak ada aktivitas perkuliahan sama sekali. Makanya sepi. Itulah sebabnya, aku masih berada di sini. Aku tak mau melewatkannya sedikit pun, meskipun sekelilingku sudah begitu gelapnya. Tapi pikir-pikir, berani juga ya aku ini datang malam-malam kemari!

Malam ini begitu cerah menurutku! Seolah kampus ini hanya milikku seorang dan aku jadi penguasa atau tuan rumahnya untuk satu malam ini saja. Seolah kampusnya sendiri sudah kusewa semalaman untuk bisa kukuasai sesukanya, tanpa ada satu orang pun yang turut menikmati blood moon bersamaku. Egois banget, bukan?!

Aku sudah tak sabar lagi untuk menantikan blood moon itu nongol. Malam ini begitu sejuk dan aku sangat menikmati angin malam itu. Aku terus menjejaki langkahku di koridor lantai paling atas itu sambil menunggu-nunggu datangnya blood moon. Aku ingin bisa segera menyaksikan fenomena alam itu dari atas sini, pasti bisa terlihat lebih jelas. Aku seperti orang yang kurang kerjaan saja ya, masih berada di kampus malam-malam begini—gelap-gelapan, lagi. Mang lagi tak ada tugas, apa? Banyak, sih! Tapi apa peduliku? Kan jarang-jarang bisa seperti ini. Beginilah caraku untuk bisa menikmati blood moon, dengan menyendiri.

Meskipun hari sudah gelap, tapi aku merasa suasananya jauh dari kesan yang menyeramkan. Aku senang bisa bertualang malam-malam begini. Ah, akhirnya! Blood moon yang kutunggu-tunggu itu pun muncul juga sekitar jam 8 malam! Kuterpesona begitu menyaksikannya. Indah sekali!

Tiba-tiba saja perhatianku kemudian teralihkan ke bawah sana begitu kulihat banyak orang yang berbondong-bondong memasuki sebuah kelas terpencil di kelas K-113. Kumengernyit keheranan. Aneh, sejak kapan ya ada sebegitu banyaknya orang di bawah sana? Perasaan tadi, aku hanya seorang diri saja deh di kampus ini. Tapi, ini kan hari Sabtu! Mungkin lagi ada kelas tambahan kali, ya? Apa akunya saja yang tak memperhatikannya ya saking asyiknya menunggu blood moon?

Eh, dan lagi bukankah kelas itu sudah lama ditutup karena suatu hal, ya? Tapi mengapa ada banyak orang yang memasuki kelas itu? Apa ada kuliah malam di sana? Pas munculnya blood moon, lagi, mereka masuk kelasnya. Seolah blood moon bel masuk kelas mereka!

Tapi kalau memang ada kelas malam, mengapa tak memakai kelas lainnya saja? Kelas K-113 itu kan sudah lama tak dibuka dan ditempati, jadi pastinya kotor dan tak nyaman bukan kalau ditempati sebagai tempat perkuliahan? Ini ada yang tak beres!

Karena penasaran, aku pun mencoba mencari tahu jawabannya. Aku pun turun ke lantai dasar sana. Keningku semakin mengernyit tegang begitu melihat kelas itu sudah diisi kelas perkuliahan. Lampunya menyala dan suara-suara di dalamnya seperti sedang melangsungkan kelas. Semuanya tampak normal-normal saja. Padahal aku yakin betul, tadi siang kelas ini masih tergembok rapat, kok. Aneh sekali! Cepat sekali dibersihkannya. Siapa yang memutuskan untuk membukanya dan mengapa? Apa keputusan ini tepat? Apa mereka tak khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk jika kelas keramat ini sampai dibuka segala?!

Langkah kakiku pun perlahan semakin mendekati kelas yang sudah lama tak dibuka itu. Ada apa ini sebenarnya? Hanya suara jangkrik malam lah yang mampu menjawabnya, suara khas yang memang kudu ada di malam hari itu. Suasana yang tadinya kurasakan cerah itu malah menjadi suram, apalagi didukung oleh asap bekas pembakaran rumput tadi sore. Bulu kudukku memang merinding, tapi aku begitu penasaran ingin segera mengintipi kelas itu. Rasa penasaran ini mengalahkan ketakutan itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 15, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

13 HARI DI RUMAH SAKITStories to obsess over. Discover now