Langkah Kiran terhenti, tangannya menunjuk-nunjuk kedai es krim yang ramai dipenuhi pengunjung.
"Gaboleh. Ini udah malem, nanti sakit perut!"
"Kali ini aja, please."
"Gaboleh."
"Ishh yaudah, Kiran mau pulang aja."
"Yaudah terserah, kalo sakit perut jangan salahin aku ya?!"
Berkali-kali Jeno melarangnya tapi, jika Kiran sudah seperti ini Jeno hanya bisa pasrah melihat kelakuannya.
Jeno hanya menggeleng pelan, lalu tersenyum dan menuruti tingkah menggemaskan Kiran.
"Abis ini pulang ya, jangan minta yang aneh-aneh lagi!"
"Kiran pengen es krim aja di bilang aneh apalagi kalo minta hal yang mustahil."
"Ini kan udah malem, ga baik buat kesehatan kamu!" Jeno mencubit pelan hidung Kiran. Pandangannya tak henti menatap Kiran yang sedang asik memakan es krim.
"Sakit Jeno!"
"Nakal sih dibilangin."
"Diem ga, atau aku lempar es krim nya ke muka kamu, heh!"
"Lempar aja wlee." Jeno menghindar, berlari dengan cengiran yang membuat matanya seketika menghilang, Kiran semakin kesal.
"Sini kamu!!!"
"Awww."
Mudah sekali menipu Jeno. Dengan Kiran berpura-pura terjatuh, Jeno langsung berbalik dengan wajah khawatirnya.
"Nahloh kena hahaha. Jangan harap bisa kabur lagi tuan Lee!"
Jeno menantang, "Emang berani lempar aku pake eskrim? Liat aja balesannya."
"Berani dong, kamu pikir aku takut?" Kiran malah menantang balik. Jeno pikir ini kesempatan yang selalu ia curi untuk menjahili Kiran.
"Jeno lepasin ih pengep, jangan peluk sembarangan banyak orang disini!"
"Gapapa biar ga nakal." Bukannya melepaskan pelukannya, Jeno semakin erat memeluknya sehingga Kiran semakin meronta-ronta.
Kiran mengancam, "Jeno dengerin! Kalo kamu ga cepet-cepet ngelepasin pelukannya, aku bakalan teriak!"
"Teriak aja."
"Tolong hmpp-"
Jeno membungkam mulut Kiran dengan tangannya. Jeno sendiri heran, kenapa asik sekali menjahili Kiran.
Walau pada akhirnya Jeno harus menerima pukulan bertubi-tubi dari Kiran dan muka cemberut yang terhias di wajah Kiran layaknya anak kecil.
Kiran mempoutkan bibirnya. "Jeno mah!"
"Gemes gitu, pengen gigit pipi kamu haha." ucap Jeno memeluk Kiran dengan hangat dan tanpa ada paksaan seperti tadi.
Jantung Kiran selalu berdegup kencang ketika Jeno memeluknya. Padahal ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini oleh Jeno.
"Jeno janji ya, gaakan ninggalin Kiran kapan pun dan dimana pun?"
"Janji." Jeno tersenyum manis, lalu menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Kiran.
💫
"Aku pulang ya. Sana kamu masuk terus cuci kaki,cuci muka,gosok gigi abis itu tidur."
"Ayayay siap kapten!"
"Eh sebentar. Ada yang ketinggalan hehe."
"Apa? Biar aku bawain."
"Gausah, sama Kiran aja."
Saat setelah selesai mengambil tas nya yang tertinggal, pandangan Kiran tiba-tiba kabur. Rasa pusing memenuhi kepalanya saat Kiran berusaha mengagapai tas nya yang ia gantung di jok mobil Jeno.
Langkahnya sempat melemas tetapi, Jeno langsung menahannya.
"Kamu gapapa? Sini biar aku anterin sampe rumah ya?"
"Ahaha aku gapapa gausah Jen, itu tinggal lima langkah lagi nyampe kok."
Pandai sekali ia menyembunyikan rasa sakitnya.
"Yaudah hati-hati. Awas jangan begadang! Aku pulang."
Jeno tersenyum lalu mengacak pelan rambut Kiran dan memeluknya sebelum ia masuk kembali ke dalam mobil.
"Hati-hati di jalan. Jangan ngebut!"
"Siap tuan putri!"
Jeno perlahan menghilang.
Kiran berdo'a agar Jeno selalu diberi kesehatan dan keselamatan.
Kiran masih terdiam di halaman rumahnya. Ia tidak berniat sedikitpun menggeser langkah nya saat tadi Jeno mengantarnya.
Dirinya mulai merasa iri ketika orang lain bisa bercanda-tawa dengan seseorang yang dicintainya tanpa ada rasa beban yang dipikirkan sedikitpun.
Kiran tak kuasa menahan buliran bening yang siap meluncur di mata nya.
Menatap langit dan menyembunyikn kesedihan. Itu yang biasa Kiran lakukan.
"Tuhan, Kiran sudah lelah."
Tapi setidaknya Kiran bersyukur.
Dalam keadaannya yang seperti ini, masih banyak orang-orang disekitar Kiran yang menyayanginya bahkan menjaga, Kiran dalam keadaan apapun dan dimana pun Kiran berada.
Termasuk Jeno.
💐💐💐
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.