"Ah.. Hari semakin lama terasa semakin sulit" ucap seorang gadis disela-sela kesibukannya memotong daging ditengah keramaian kantin
"Bagaimana kalau kita bolos hari ini?" ucap gadis lainnya yg tiba-tiba merangkulnya dari belakang
"Ya! Jauhkan pikiran jahat itu dari kepalamu, bagaimana mungkin kita bolos di tahun akhir seperti ini?" Ucap gadis itu dengan nada tinggi yang mekikan telinga yang tak lain adalah Lalisa manoban
"Aku hanya memberi pendapat, kalau tidak ingin jangan berteriak seperti itu!" jawab Rose melepas rangkulannya.
Iya. Mereka adalah Lisa dan Rose yang kini tengah berada ditahun akhir sekolah menengah. Persahabatan mereka dimulai sejak mereka menduduki bangku menengah pertama. Lisa yg bukan berasal dari korea asli membuat dirinya mudah dikenali karena bentuk wajah yg berbeda dengan siswa lainnya disekolah. Wajah yg cantik bak barbie itu telah menjadi primadona disekolahnya semenjak ia masuk kesekolah, mata yg bulat, badan yg tinggi dan ramping, bibir plum penuh yg merah membuat dirinya tampak seperti pahatan yg sangat sempurna.
Rose juga bukan berasal dari korea asli namun ia masih memiliki darah keturunan korea karena ayahnya adalah warga negara gingseng tersebut dan membuat rose sedikit memiliki wajah seperti siswa lainnya walaupun jiwa Australianya masih terlihat dalam diri wanita itu.
"Oh astaga, pendapat macam apa itu?" sambung Lisa yg telah jengah dengan sahabatnya yg satu ini
"Baiklah jika tidak ingin bolos bagaimana kalau kita ke perpustakaan kota saja?" tawar Rose kepada Lisa. Lisa tampak menimbang ucapan sahabatnya itu yg mungkin ada benarnya juga.
"Oke, itu lebih baik daripada membolos" ucap Lisa sembari memandang wajah Rose yg tengah tersenyum penuh arti. 'Lisa kau hanya tidak tau saja bahwa aku telah mejebakmu, mangajakmu bolos tapi aku menggunakan perpustakaan sebagai alasannya' kekeh Rose dalam hati karena telah berhasil mengerjai sahabatnya itu. Terlihat seringai penuh kemenangan.
Perlu kalian ketahui bahwa Lisa hanya memiliki seorang sahabat yaitu Rose. Lisa terlalu tidak perduli dengan orang lain, mau mereka menyukai atau membencinya, Lisa tidak perduli. Namun entah kenapa Lisa merasa bahwa dia harus melindungi sahabatnya yg satu itu, iya! dia adalah Rose atau Park Chaeyong. Kenapa Lisa memanggilnya Rose? karena gadis itu memiliki semangat yg kuat seperti kelopak bunga rose yg mekar.
Flashback on
"Jangan mendekat" ucap seorang gadis penuh penekanan akibat rasa takut yg muncul membuat tubuhnya bergetar hebat
"Oh ayolah, kami hanya ingin sedikit bermain denganmu gadis cantik" goda seorang pemuda pada perempuan itu yg tak lain adalah Park Chaeyong a.k.a Rose
"ku bilang jangan mendekat dan aku tidak ingin bermain dengan kalian, brengsek" ucap Rose lantang melawan rasa takutnya, ia mencoba untuk tidak terlihat takut namun nyatanya tiga pemuda didepannya itu membuatnya merasa sangat sangat takut dan membutuhkan seseorang untuk membantunya
Tidak jauh dari tempat Rose dihalang penjahat mesum itu, seorang gadis dengan poni tampak memperhatikan dari kejauhan, mencari waktu yg tepat untuk menghabisi tiga pemuda kurang ajar tersebut. Namun disisi lain Rose setengah mati menghindari sentuhan penjahat itu. Gadis berponi itu masih memperhatikan mereka dengan sedikit pergerakan hingga dirasa waktunya telah tepat ia langsung menghantam ketiga pemuda itu
"Jangan sentuh gadis itu" ucapnya santai ketika ia telah menampakkan dirinya diantara keempat manusia yg berada disana
"Wah sepertinya kita akan bermain dengan dua wanita cantik malam ini!" ucap pemuda lainnya yg memiliki badan yg cukup, yah.. mungkin terbilang besar dengan otot di kiri dan kanan lengannya
YOU ARE READING
Brightest Star - TaeLice [Completed]
Fanfiction[Tahap Revisi] Sudah selesai!!! Mohon untuk dukungannya dengan cara vote dan comment ! Selamat membaca...💜 #Purplehearties #Kimtaehyung #Lalisamanoban
![Brightest Star - TaeLice [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/167062873-64-k826341.jpg)