Untuk para pembaca, aku akan minta maaf terlebih dahulu.
Maaf karena aku akan menulis ini kapanpun otakku mampu.
Maaf karena aku selalu membedah hal yang mungkin kalian tidak hiraukan.
Maafkan karena di suatu malam jam 1 pagi aku kepikiran ingin berbagi pikiran anehku.
Maafkan karena kalian mau membuang waktu untuk mendengar sedikit ocehan yang terjadi di otakku.
Maaf sebesar besarnya.
VOUS LISEZ
Delusional.
PoésieDelusi pikiran yang terus berulang. layaknya kaset yang kau putar di walkman tahun 2000an. Cuma pikiran anak perempuan. Yang mencoba mengerti konsep sosial dan menghargai betapa anomali dirinya yg dia sendiri ragukan.
