Erga membuka kedua matanya dan meregangkan kedua tangannya layaknya orang yang baru bangun tidur. Ia hanya bisa terdiam membisu karena apa yang ada di depan matanya adalah hal yang tidak ia kenali.
Seingatnya semalam ia tertidur di atas kasur kamarnya, tapi ketika ia bangun ia berada di pedesaan yang sama sekali tidak ia kenali. Ditemani dengan sinar mentari yang menyilaukan mata, Erga kebingungan bagaimana bisa dia sampai di pedesaan.
"Hehh, ini dimana ?". Ucapnya dalam hati. Erga mengusap kedua matanya dan berdiri untuk bertanya ke orang sekitar.
"Mas ini dimana ya ?". Tanya nya ke salah satu warga yang tinggal di pedesaan.
"Ini di desa Tira dek" jawabnya "Tira ?". Jawab Erga dengan kaget
Warga itu pun meninggalkan Erga seorang diri, kini Erga harus mencari cara untuk kembali ke rumahnya bagaimanapun caranya.
Erga mulai mengitari desa itu dengan hanya menggunakan pakaian piyama miliknya. Ia semakin terheran dengan pakaian yang dikenakan oleh warga warga desa yang jauh berbeda dengan miliknya.
Selagi melihat lihat desa, Erga tidak sengaja menabrak seseorang hingga ia terjatuh
"Aduhh, sakit".
"Ehh maaf gua ga liat, sini gua bantu berdiri". Erga mengulurkan tangan untuk membantu seseorang itu berdiri.
"Gua ?". Tanya orang itu dengan keheranan
"ehh, itu maksudnya aku" Jawab Erga dengan nada pelan.
"Hmm gitu, oh iya nama aku Lisa, salam kenal ya" gadis itu memperkenalkan dirinya dengan senyuman ramah ke Erga.
Pipi Erga berubah menjadi merah hanya karena senyuman Lisa. wajar saja karena itu adalah pertama kalinya seorang gadis tersenyum sedekat itu kepada Erga. Jantung nya bergedup sangat kencang walau pun ia sudah menahan nya sekuat tenaga dengan kedua tangan nya.
"Ehh, ini cewe cakep juga ya" Ucap Erga dalam batin nya. Erga cukup lama terpesona dengan wajah cantik nya Lisa.
"Loh kamu kenapa ? Dada kamu sakit ?" Tanya Lisa dengan nada lembut.
"Ohh engga kok, eh iya nama gua Erga. Salam kenal ya" Erga menyodorkan tangan nya bermaksud untuk berkenalan dengan Lisa.
Lisa menjabat tangan Erga, namun Erga tidak melepas tangan Lisa. Erga sungguh terpesona dengan Lisa, dengan rambut indah yang disinari mentari itu, tangan yang sungguh halus dan mata nya yang memikat hati pria manapun.
"Hhm ga, tangan nya" Lisa memberi isyarat kepada Erga untuk melepaskan tangan nya.
"Eh iya, maaf ya hehe" jawab Erga dengan tertawa malu sambil memegang kepalanya.
"Eh iya, itu baju kamu kok aneh gitu ya ga ?" Lisa keheranan karena ia belum pernah melihat baju piyama seperti yang di kenakan Erga.
"Aneh gimana? Ini kan cuma piyama" Erga mulai memperhatikan baju nya karena perkataan Lisa.
"Piyama ?" Tanya Lisa kebingungan.
"Iya piyama. hmm ituloh, baju tidur. Emang kamu belum pernah liat baju tidur ? Udah pernah pasti kan ?" Lanjut jawab Erga.
Setelah mendengar perkataan Erga, Lisa hanya terdiam beberapa saat dan membuat Erga mulai ikut kebingungan.
"Ehhh... serius belum pernah liat ? Emang lu kira ini tahun berapa, masa belum pernah liat piyama" saut Erga mencoba meluruskan percakapan Abstrak ini. Lisa hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya sontak hal itu semakin membuat Erga bingung.
"Ehhh, ini tahun 2018 ya. Beneran ga tau ?" Erga masih mencoba meluruskan arah percakapan.
"Hah tahun 2018. Haha bercanda aja kamu, ini tuh tahun 1948 kalo 2018 mah 70 tahun lagi tuh haha" Lisa tertawa karena menganggap Erga sedang bercanda.
"Tahun 1948 ?" Erga mencoba meyakinkan perkataan Lisa
"Iya, seribu sembilan ratus empat puluh delapan" jawab Lisa dengan detail.
Setelah mendengar hal itu Erga hanya diam membisu.
"Emaaa, gua balik ke 70 tahunn laluuuu..." Erga berteriak sangat kencang dan membuat semua warga sekitar kaget dan terdiam.
****
*Penasaran bagaimana kelanjutan petualangan Erga yang terjebak dan kembali ke 70 tahun yang lalu ?
*Saran dan kritik diterima dengan baik
Dan jangan lupa untuk komen, klik fav dan share nya ...
Stay tune next week yaa 😄
YOU ARE READING
Timeline
FantasyErga (17) adalah seorang anak muda yang kembali ke 70 tahun yang lalu, Ia bertemu dengan Lisa (17) seorang gadis yang hidup pada masa itu. Namun, siapa sangka jika perjalanan Erga ke masa lalu mengharuskannya berhadapan dengan bencana alam yang dahs...
