Prolog

498 48 10
                                        

Hari Jumat di bulan Juli hujan turun begitu derasnya. Tatapanku teralihkan dari buku yang tengah ku baca ke arah jendela, hujannya sangat deras tapi entah kenapa begitu menenangkan, tidak ada petir hanya kilatan tanpa suara dan air yang jatuh ke bumi dengan jumlah yang teramat banyak. Aku menutup bukuku yang bertuliskan 'Le Petit Prince' pada bagian sampulnya, meletakkannya kembali ke rak dimana seharusnya ia berada.
Sudah sekitar dua jam aku menghabiskan waktuku di perpustakaan menunggu hujannya sedikit reda, tapi langit berkata lain, aku memutuskan untuk menerobos hujan, untungnya aku membawa payung yang aku yakini tidak akan sepenuhnya melindungiku dari tetesan hujan yang begitu deras.

Aku berjalan di trotoar pinggir jalan, untungnya rumahku tidak begitu jauh dari sekolah, hanya sekitar 20 menit berjalan kaki.
Kakiku berhenti melangkah di depan sebuah jembatan yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki atau sepeda.
Aku melihat seorang anak laki-laki menumpukan kedua sikunya pada pinggiran jambatan, ia memandangi sungai yang mengalir deras di bawahnya. Ia bahkan tidak melindungi tubuhnya dari guyuran air hujan dengan payung. Ku langkahkan kakiku mendekatinya sampai pandanganku cukup jelas mendapati suaranya yang tersamarkan oleh air hujan bersenandung pelan, terulas senyuman tipis di bibirnya. Ku urungkan niatku untuk menghampirinya, dari senyumannya dapat kusimpulkan ia sedang menikmati dunianya, jadi ku putuskan untuk tetap di posisiku sampai akhirnya dia pergi meninggalkan jembatan ini.

Kali ini aku pingin buat cerita dengan main cast WonShua, kapal yang penumpangnya bisa dibilang cukup sedikit :'3 Semoga kalian suka dengan ceritanya~

Under The RainWhere stories live. Discover now