CERBUNG_RAMON
"Putihnya_Cintaku"
Assalamualaikum semua,.
Hy Ramon lovers,,
Aku bikin cerbung perdana nich,
Tolong dibaca ya,,
Jgn lupa kasih kritik dan sarannya, karena kritik & saran dari kalian sangat penting & berharga buat saya 😊😊😊
.
Yuk capcus langsung aj,,
Happy reading ya ,
√
√
Terkadang, cinta itu rumit,
Dan juga tidak bisa memilih..
°°
°°°
°°°°
°°°°°
"Mondy, ada yang mau papa bicarakan sama kamu, bisa nak" ucap seorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah Beny Pratama seorang salah satu pengusaha ternama di Jakarta.
"Bisa kok pah, mau bicara apa ya? Oya mama mana pah, kok Mondy belum liat?" jawab dan tanya Mondy pada sang papa.
"Mama'mu ada kok, itu masih di dapur siapan buat sarapan" jawab sang papa.
"Owh" jawab Mondy manggut_manggut.
"Oya, tadi katanya papa mau bicara, bicara soal apa pah?" lanjut tanya Mondy.
"Tunggu mama'mu sebentar, enggak apa-apa kan? Apa kamu lagi buru-buru?" jawab & tanya sang ayah.
"Enggak apa-apa pah, lagian Mondy juga lagi enggk ada metting kok di Kantor" jawab Mondy santai.
"Baguslah" bales papa Beni.
"Lagi ngobrolin apa sih, kayak'nya seru banget, yuk sarapan dulu, nih mama masakin makanan kesukaan kalian" kata mama Lia yang baru saja datang dari dapur membawa nampan yang berisi beberapa makanan.
"Ini lo ma, papa mau bicarakan sama Mondy soal yang kemarin mama omongin ke Papa" jawab papa Beni
"Oh, jadi gimana Mon? Apa kamu setuju dengan rencana mama?" tanya mama Lia sambil mengambilkan sepiring nasi dan lauk pauk untuk sang suami,
,muka Mondy seketika langsung cengo, sedangkan papa Beni langsung mengerutkan keningnya,,
"Lah, mank rencana mama apa?" tanya Mondy mengaruk tengguknya bingung.
"Tahu nih mama, papa aja belum bilang" saut sang papa.
"Lah, gimana sih pah, kirain mama, papa udah bilang" sewot mama Lia.
"Belum ma" jawab Mondy dan papanya barengan.
"Ya udah biar mama aja yang ngomong, kalau papa yang ngomong mah kelamaan" sebel mama Lia.
.
.
.
.
Di tempat lain, ada seorang gadis yang sedang mengobrol dengan seorang lelaki dan terlihat mereka sedeng mmengobrolkan sesuatu yang serius.
"Jadi Bagaimana? Apa Anda setuju tuan, dengan tawaran saya? Tantang gadis tersebut dengan mengulurkan tangannya.
"Baiklah, saja setuju" jawab lelaki tersebut menjabat tangan wanita itu dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Akhirnya, aku bisa memilikimu sepenuhnya sayang" batin lelaki itu tersenyum licik.
.
.
.
.
"Jadi gini Mon, mama sama papa ini kan udah tua, jadi kapan kamu ini mau mengenalkan kekasih kamu sama mama dan papa, apa kamu belum ingin menikah" tanya mama Lia yang sukses membuat Mondy langsung tersendak makanan.nya,
"Uhuk uhuk"
"Pelan-pelan donk sayang makannya" maka Lia langsung menyodorkan minum untuk Mondy.
"Makasih ma" ycap Mondy.
"Iya sayang" jawab mama Lia.
"Jadi bagaimana Mon" sekarang giliran papa Beni yang nanya.
"Atau jangan-jangan kamu enggak punya kekasih lagi" curiga mama Lia
"Apaan sih ma, Mondy ada kok kekasih, cuma Mondy belum yakin aja sama dia, dianya mau serius sama Mondy apa enggak, soal nya Mondy surah pernah nawarin dia buat ketemu sama mama dan papa, tapi dia belum siap katanya" jawab Mondy tenang.
"Loh kenapa gitu nak? Apa kekasihmu itu dari keluarga tidak mampu?" tanya mama Lia penasaran.
"Enggak sih mah, keluarga dia malah lebih kaya dari kita" jawab Mondy.
"Terus masalahnya apa? Kok dia enggak mau di kenalin sama kita" ucap papa Beni.
"Entahlah pah, Mondy juga bingung pah" jawab Mondy mengangkat kedua bahunya.
"Ya sudah terserah kamu nak, papa akan selalu dukung apapun yang terbaik buat kamu" lanjut papa Beni.
"Iya pah, terimasih, InsyaAllah, Mondy tidak akan mengecewakan papa dan mama" jawab Mondy.
"Iya Mon, papa percaya sama kamu nak, kamu tidak akan mengecewakan kami, karena kamu adalah putra satu-satunya kebanggaan mama dan papa" lanjut papa Beni.
"Amin, InsyaAllah pah, Mah" bales Mondy.
"Ya udah pah, mah, Mondy mau berangkat ke Kantor dulu, Assalamualaikum" pamit Mondy dengan mencium kedua tangan Orang tua.nya.
"Walaikumsalam" jawab mama dan papa Mondy.
"Hati-hati Mon" lanjut mama Lia.
"Iya mah" bales Mondy.
.
.
.
"Terimakasih OM, Saya janji tidak akan pernah mengwcewakan OM Dika" ucap seorang wanita pada lelaki yang bernama Dika tersebut.
"Sama-sama sayang" jawab lelaki tersebut mengusap sayang rambut wanita cantik itu
"Ya sudah saya mau ke kantor, kamu kalu butuh apa-apa langsung saja hubungin saya" lanjutnya.
"Iyaa om" balesnya.
"Hati-hati di rumah" ucapnya lagi sambil mencium kening sang wanita.
"Iya, om juga hati-hati" balasnya
"Iyaa, bay" ucap Om Dika melambaikan tangannya.
"bay om" ucap balik wanita tersebut.
Setelah kepergian Dika, wanita tersebut masuk ke dalam rumah barunya yang dibelikan oleh Dika lelaki paruh baya yang juga memiliki kekayaan yang setara dengan Beni Pratama.
"Maafin Raya bun, ayah, Raya melakukan semua ini karena terpaksa,Raya butuh bun, Seandainya saja, ayah dan bunda masih ada bersama Raya, pasti Om Ryan dan tante Della enggak akan berani mengusir Raya, Semoga Ayah dan Bunda tenang di Sisi.Nya,, Amin" batin Wanita yang bernama Raya Anindia menetralisir apa yang terjadi dalam hidupnya setelah kepergian kedua orang tua.nya.
.
.
.
.
"Aku tidak pernah tau,apakah takdir akan berpihak padaku, atau bahkan sebaliknya?"
" Ray, aku kangen sama kamu, dimana pun kamu berada, semoga kamu selalu baik-baik saja" gumam pemuda berkulit hitam manis, sambil memperhatikan sebuah foto wanita cantik yang ada di layar ponselnya.
"Cantik, apa dia ......"
.
#Bersambung
Segini dulu ya 😊
.°kira2 siapa pemuda yang sedang memikirkan Raya?
jangan lupa tinggalkan komentar dan juga pencet bintangnya 😊
Koreksi typo
Jika banyak yang minat, InsyaAllah bakal di Up Next 😊
YOU ARE READING
"Putihnya Cintaku" ( Tahap Revisi)
Short Story...Menceritakan tentang seorang pemuda dengan cinta masa lalunya. ....dan juga cerita tentang seorang wanita yang berjuang demi masa depannya karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
