Please tekan little stars☆ di pojok kiri donk! 😆 itu sangat membantuku😋👍
SLOW UP... happy reading><
————————
"Saat itu suasana sedang hujan lebat serta petir kala itu.
Istana Calissta adalah sebuah istana tua milik nyonya Calissta yang di bunuh 53 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini sempat berpindah tangan beberapa kali. Terakhir kali di bangun menjadi sekolah Wanita Saint Maria yang di tempati kita sekarang...."
Tutur Aurel yang sedang menceritakan legenda asramanya saat ini.
Aaahhhhhhhhh!!! Teriak Gicha saat di akhir kalimat cerita Aurel.
"Gicha! Jangan teriak! Membuat semua orang takut saja kamu" ucap Aurel kepada Gicha.
"Lain kali aku tak akan menceritakannya lagi di depanmu!" Lanjutnya.
Tap tap tap...
Suara kaki melangkah mendekati kamar mereka.
"Ah... biarawati datang" bisik salah satu dari mereka. Lalu semua bergegas menuju kasurnya masing-masing. Lalu mematikan lampunya.
Brak!
Pintu terbuka.
Cklek. Lampu dinyalakan.
"Siapa yang menjerit barusan?" Tanya biarawati Fani selaku ibu Asrama.
Melihat Aurel yang tak sempat pura-pura tertidur dan masih terjaga.
"Ah? Aurel?" Tanya biarawati Fani.
"Bukan aku, tapi itu tuh dia si anak baru. Namanya Nam" tunjuk Aurel kepada Nam yang sedang duduk di pojok kamar dengan ditutupi selimut.
"SESILLIA AUDREY? kenapa kamu menjerit?" Tanya Biarawati tegas.
Merasa namanya di panggil lalu dia membuka selimutnya.
"Aku tidak menjerit" ucap Nam datar.
Seluruh murid serempak bangun dan menatap ke arah Nam.
"Kamulah orangnya Nam! Kita semua bisa bersaksi bukan?" Tuduh Aurel kepada Nam.
Semua murid ribut.
"Benar"
"Betul"
"Iya"
Begitulah kira-kira.
"Aku tidak melakuknnya"ucap Nam masih datar. Semua murid masih ribut.
"Aku benar-benar tidak melakukannya" ucap Nam masih dingin tapi sudah mulai naik volume suaranya.
"Aaaaaahhhhhhhhhhhh!!!" Teriak Nam akhirnya. Semua berhenti dari keributannya. Kaget.
"Cukup Nam! Semuanya tidur kembali. Sudah malam! Dan untukmu Nam besok Datanglah ke ruang Biarawati Lala." Lalu semuanya pun tidur.
***
[Sedang Menyanyikan do'a]
.........
Di pimpin oleh biarawati Lala. Setelah selesai semua murid keluar dari gereja dan bergegas kembali menuju kelas masing-masing. Tapi tidak dengan Nam yang sedang mengepel lantai depan kelasnya.
"Nam? Kenapa kamu mengepel lantai disini?" Tanya Sasya. Namun Nam mengacuhkannya dan tetap fokus mengepel.
"Nam?" Tanyanya lagi. Masih sama Nam mengacuhkannya.
"Huft... ya sudah Nam, aku kekelas duluan ya. Bye" pamit Sasya sambil tersenyum ramah lalu melenggang pergi. Nam hanya mengedikan bahunya acuh.
Perlu kalian ketahui. Di sekolah ini tidak ada yang mau berteman dengan Nam karena sifatnya yang aneh!.
Tbc...
—————
Hehe maap yaa kalo masih garing:) keep stay!
Love you 💕
YOU ARE READING
Nam Nath💕👻
Mystery / Thriller[S L O W~U P D A T E ] [Baca aja kalo kepo] Hmmmp 👃 "Aku bisa menghirup aroma 'sesuatu' yang tidak bisa kalian hirup" ~Sesillia Audrey😎 "Aku hanya punya satu teman yaitu kamu Nam" ~ Sasya☺ "Kamu adalah partner terindahku Nam" ~ Nath 👻 🚫☕Paste
