Bulan Pertama 2016

26 2 0
                                        

Tulisan ini adalah bentuk pelampiasan ku atas hati yang terlalu lama ku abaikan dan berharap sesak di dada menghilang setelah semuanya ku tuliskan.

Namaku bintang, anggap saja sinar ku seperti bintang di langit kadang terlihat kadang tidak, padahal aku tak memiliki sinar. Ya karena aku hanyalah wanita biasa dan sama seperti kebanyakan orang. Mengalami kehidupan normal, mengalami bahagia dan juga sedih. Mengalami jatuh cinta begitupun di jatuhkan oleh cinta. Begitulah hidup, kadang apa yang terlihat membahagiakan ternyata tidaklah baik dan begitupun sebaliknya. Sama hal nya dengan kisah ku.

Bulan pertama berjumpa denganmu, dada ku berdebar kencang, tangan ku dingin seperti es balok, dan hatiku tak karuan. Kau tahu mengapa? Karena aku sedang jatuh cinta.

Aku masih polos mengenai cinta. Cinta yang ku tahu hanyalah bahagia dan bahagia. Berawal dari sinilah, aku mulai bermain dengan yang namanya cinta.

Karena definisi cintaku masih suci, maka ku lakukan setulus hati untuk selalu membuat dia bahagia.

Pagi, siang dan malam yang menjadi temanku adalah dia. Melalui handphone kita bersua, kita merindu, kita saling berbagi cinta yang membahagia.

SabitaWhere stories live. Discover now