"Sehun tunggu aku, kenapa kau selalu berjalan meninggalkan ku?!" Seorang gadis SMA berwajah cantik, bertubuh mungil mengejar seorang pria seusia nya yang dia klaim sebagai kekasihnya.
Pria itu sama sekali tidak menggubris celotehannya, dia berjalan lurus menuju kelasnya. Wajahnya terlihat sangat datar membuat orang-orang malas hanya untuk sekedar menyapanya. Gadis itu berhasil menyamakan langkahnya, dia langsung bergelayut manja di lengan pria itu.
"I got you! Jangan kabur lagi!" Nafas nya tersengal-sengal karena mengejar kekasihnya itu.
Pria itu tetap bersikap biasa seolah tingkah gadis itu tidak mengganggunya.
Kim Princessa, gadis berusia 17 tahun. Wajahnya sangat cantik, banyak pria yang memuja kecantikannya. Tubuh nya ramping, dan cukup tinggi, tapi tetap terlihat mungil jika bersanding di samping Oh Sehun. Kim Princessa atau yang biasa di panggil Cessa adalah gadis yang sangat cerdas, tapi dia sangat manja, dan polos. Kondisi kesehatan nya kurang baik, dia menderita anemia. Itu sebabnya dia sangat lemah.
Oh Sehun, remaja pria berusia 17 tahun. Wajahnya sangat tampan bak dewa Yunani, sayangnya sikap nya sangat dingin, dan ekspresinya selalu datar sehingga sulit menebak perasaannya. We can't say him a good boy, dia hobby keluar masuk club malam, mengikuti balap liar, tapi dia bukan seoarang maniak sex. Sehun anak yang cerdas, sayangnya dia terlalu malas untuk belajar. Banyak wanita yang memuja ketampanan nya, tapi tidak satu pun yang berhasil menakhlukan hatinya yang dingin.
Oh Sehun, dan Kim Princessa adalah sepasang kekasih. Mereka bersahabat sejak kecil, begitu pula dengan orangtua mereka yang sangat dekat. Keduanya bahkan sudah dijodohkan sejak kecil. Mereka berasal dari keluarga kaya raya, dan terpandang. Pasangan yang membuat semua orang iri karena kesempurnaan mereka. Tapi semua orang tidak pernah tau bahwa hanya Cessa yang mencintai Sehun. Sehun tidak pernah mencintai Cessa.
Sehun memang anak yang nakal, dan liar, tapi dia tidak pernah menjerumuskan Cessa yang polos kedalam dunia gelapnya. Cessa selalu mengikuti kemana pun Sehun pergi, menempel bak perangko, tapi Sehun selalu bersikap dingin pada Cessa. Sehun memang terlihat cuek tapi bukan berarti dia tidak perhatian, dia sangat melindungi Cessa. Sehun juga sangat menyayangi Cessa, tapi untuk cinta Sehun sendiri tidak pernah bisa memahaminya.
Mereka duduk di meja yang sama. Cessa tidak pernah mau berjauhan dengan Sehun. Para murid lain sibuk dengan tugas sekolah mereka, berbeda dengan kedua insan ini, mereka terlihat sangat santai. Cessa tentu saja dia sudah mengerjakan tugas nya, tapi kalau Sehun...
"Sehun, tugas mu sudah ku kerjakan."
Sehun diam, dia fokus bermain games di ponselnya. Cessa sudah terbiasa diacuhkan oleh nya.
"Sehun, kita punya tugas kelompok Biologi, sore ini kita kerjakan di rumah mu ya?"
Sehun masih diam tanpa menatap Cessa sedikit pun.
"Diam berarti iya." Selalu begitu, Cessa selalu menganggap diamnya Sehun berarti setuju tidak perduli bagaimana perasaan Sehun. Lagi pula Sehun tidak pernah keberatan, dan tidak juga menjawabnya.
Sehun memang sangat sedikit berbicara saat moodnya ssdang buruk, seperti saat ini dia sedang dalam mood yang tidak baik karena semalam dia kalah taruhan. Tapi jika mood nya baik, dia lumayan banyak bicara, tapi itu hanya berlaku saat dia bersama Cessa.
Jam istirahat di mulai, seperti hari biasanya Sehun dan Cessa ke kantin bersama. Cessa melinggari lengannya di lengan kekar Sehun. Mereka berjalan di koridor sekolah, banyak mata yang memperhatikan kemesraan mereka. Semua merasa sangat iri pada mereka.
Sehun, dan Cessa duduk berhadapan di salah satu meja di kantin. Cessa sibuk menyantap spaghetti nya, dan Sehun makan nasi goreng seafood favoritenya.
YOU ARE READING
First Love, First Heartbreak
Fanfiction"Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah terlalu mencintai mu." - Lee Princessa "Menyakiti mu adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku." - Oh Sehun "Sehun kau itu milik ku! Aku tidak perduli jika kau tidak pernah mencintaiku!" "Berhenti membual! S...
