One

10 1 0
                                        

Suara sirine mobil polisi terdengar semakin dekat di belakangku, kupercepat lariku bersama teman-temanku sambil memperat genggamanku pada gadis dibelakangku. Suara langkah kaki menggema di malam yang sunyi ini, sinar senter dari para petugas polisi itu menyinar jalan kami.
Kami berlari tanpa henti, mencoba meloloskan diri dari para petugas polisi itu. Itu bukanlah hal yang susah mengingat bagaimana kenakalan kami yang menyebabkan masalah setiap malam dan berurusan dengan polisi hampir setiap harinya.

“Jungkook-ah! Kita berpencar dipersimpang depan” teriak salah satu temanku, aku mengangguk dan balas berteriak “Arraseo Namjoon Hyung (baiklah kak Namjoon) kita berkumpul di tempat biasanya nanti” Namjoon hyung memberikan ibu jarinya padaku sebelum berbelok kiri bersama yang lainnya sementara aku berbelok ke kanan bersama gadis di belakangku. Kami berdua bersembunyi di salah satu gang kecil dari sekian banyaknya gang.

“Fyuhh Syukurlah kita lepHmmpp” ucapanku terpotong ketika gadis yang bersamaku menutup mulutku dengan tangannya, mataku terbelalak ketika menyadari betapa dekatnya jarakku dengannya. “Ssst diamlah Jungkookie mereka bisa menemukan kita disini jika kau memberontak Bodoh” ucapnya yang sukses membuat terbungkam.

Suara langkah kaki mulai terdengar, gadis dihadapanku semakin menghapus jarak diantara kami. Kami berdua menahan nafas berharap para polisi itu tidak menemukan kami, selang beberapa saat tidak terdengar lagi suara langkah kaki dan sinar senter pun sudah tak terlihat lagi.
Gadis itu kemudian melepaskan bekapannya dari mulutku dan mennjauhh membuatku bisa bernafas lega. Kuberanikan menjulurkan kepalaku untuk melihat keadaan diluar, untunglah keadaan diluar sepi dan tidak ada tanda-tanda dari para polisi itu.

“Sepertinya mereka sudah pergi jadi ayo kita per-akhhh” erangku ketika merasakan tendangan  seseorang dari belakang, “Jungkook-ah!” pekik gadis tadi, kucoba tolehkan kepalaku kebelakang tapi naas sebuah sepatu menahan pergerakan kepalaku..
“Well well siapa yang menyangka jika aku akan bertemu dengan 2 angggota BTS, pas sekali karna saat ini moodku sedang buruk” ucap seorang pria berseragam Hanlim High School. Aku mencoba memperjelas padanganku pada sosok itu karna sol sepatunya yang menghalangi padanganku, mataku membulat ketika berhasil melihat tato ular phyton yang berduri di punggung tangan pria itu. “PHYTONIST” desisku pelan. Pria dihadapanku terbahak keras ketika aku menyebutkan nama gengnya.
“Wah kau mengenaliku? Luar biasa sekali” katanya main-main. Aku mencoba memberontak namu sepatu pria itu semakin menahan kepalaku, “Kau tahu aku ingin sekali menghancurkan kepala salah satu anggota BTS dan siapa sangka hari ini akan datang” ucapnya sebelum menendang perutku berkali-kali.

BUGHH

BUGHH

BUAGHH

“Uhuk uhuk” aku terbatuk memuntahkan darah, nyeri menyerang seluruh tubuhku terutama perutku yang ditendang berulang kali. “Akhh” erangku ketika pria ini menekan luka di perutku, “Wah apa hanya segini kekuatan dari anggota termuda BTS? Kudengar kalian mempunyai senjata pamungkas dan desas-desusnya itu adalah anggota termuda tapi nyatanya sosok itu hanyalah orang yang lemah” ujarnya sinis. “Ada kata-kata terakhir? Kalau tidak selamat tinggal” lanjutnya sembari mengangkat kakinya dan bersiap menendangku sebelum--

BUAGHH

Sosok itu terpental sekitar 2 meter akibat tendangan seseorang dari samping, kutolehkan kepalaku dan tersenyum miring ketika menyadari bahwa gadis itu yang menendangnya. “Aish jjaeungna (menyebalkan)” kesalnya sambil membersihkan sepatunya seolah menyentuh sesuatu yang kotor. Pria tadi berdiri dan meringis kesal merasa diremehkan, “Ya! (hei) kau siapa?! Berani sekali menendangku huh?! Aku bisa saja mematahkan tanganmu disini sekarang juga” teriaknya.
Gadis tadi membalasnya dengan senyum sinis dan tatapan remeh, “Kalau begitu cobalah, kita lihat siapa  yang terluka di akhir

kau




atau





aku?

Pria tadi menggeram kesal sebelum berlari menyerangnya dengan tinjunya bertubi-tubi, gadis itu dengan mudah menghindari serangan yang dilakukannya sebelum berputar 360°, menendang lututnya dari belakang kemudian membantingnya dengan keras.

“AKHH” erang pria itu kesakitan dan aku yakin saat ia terbanting aku mendengar suara tulang patah. “Kau tahu? Aku sangat membenci jika ada yang melukai sahabatku dan kau telah melakukannya, jadi apa yang harus aku perbuat untuk membalasmu?” tanya gadis itu, “A-am-ampuni aku” jawabnya dengan terbata-bata. “Fine a double kicks then” ujar gadis tenang.
Aku segera menutup mataku lalu terdengar teriakan kesakitan yang membuat semua orang bergidik ngeri.

Keheningan melanda kami selama beberapa saat sebelum sebuah tepukan dibahu membuatku membuka mata dan menoleh, “Sudah selesai?” tanyaku, gadis itu mengangguk sebelum beranjak pergi. Aku berlari kearahnya dan merangkul bahunya, gadis itu menatapku kesal lalu kembali berjalan.
“Ah kau tidak meninggalkan jejakmu disana? Biasanya kau selalu melakukannya Jihye-ya” tanyaku, Jihye berhenti mendadak dengan wajah datar.

“Malas” jawabnya. Aku berdecak pelan sebelum mengambil cat semprot warna merah dari tasku. Aku berjalan kembali kearah pria tadi dan menuliskan sesuatu di dinding didekatnya. “Ngomong-ngomong kau membunuhnya atau hanya melukainya?” tanyaku sambil menulis, Jihye bersandar di dinding lalu menjawabnya dengan tenang “Of course I KILL HIM you know my rules right?”.

Aku terkekeh pelan dan berujar “Yes I know it, especially NO ONE CAN HURT THE PEOPLE I LOVE which do it will die” kemudian membereskan barang-barangku dan pergi melenggang. Jihye menatap tulisanku di tembok sebelum menyusulku, “Kau memang yang terbaik dalam membuat hal seperti itu” katanya sebelum menarikku berlari menuju tempat pertemuan.



Well kurasa kalian penasaran dengan yang kutulis so let me show it.








BE CAREFUL WHO ABUSE HE WILL DIE
                                       

                                       LOVE, CONIUM

TBC

Hai hai hai guys
Lama gak update aku.

BTW ini pertama kalinya aku nulis ff dengan genre action.

Kalo ada yang tau dramanya Krystal f(x) yang THE PLAYER, nah ide ceritaku diambil dari situ cuma rada kuubah aja sih. Maaf nya kalo nama ceweknya sama yang di FOL soalnya aku buat ini buru-buru dan gak ada namamya kepikiran kecuali itu.

P.SSebenarnya ini buat tugas bahasa Indonesia cuma katanya temenku bagus makanya ku publish di Wattpad, ini ku crop ceritanya biar jadi 2 chapter nanti rencana nya FF ini cuma 2 Chap + Extra Chap gituu.

Vote and Comment ditunggu

Love💗
Kara

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 27, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BTSWhere stories live. Discover now