Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yg tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus!"
•Thomas Carlyle•
••••••••••••••••••••••••••••••
Ehmm Hai nama saya Flo, Keren kan nama saya? Eaaaa iya dong, sapa dulu yang ngasih nama.
Ini hari pertama saya pergi ke suatu tempat baru,
Iya hari ini saya pindah ke Korea Selatan eaaaa...
Bukan pindah sih, lebih tepatnya saya kembali ke tanah air saya, tempat dimana saya dilahirkan.
Saya mau tanya sama kalian, wajib jawab! Pertanyaan saya,
'Apa kalian percaya dengan adanya yang sihir? Apa kalian percaya dengan adanya spiritual? Dan apakah kalian percaya bahwa Dunia Fantasi itu nyata dan ada? Eh maksud saya bukan Dufan yang di Jakarta lho ya, tapi Dunia tentang Fantasi dan angan- anganmanusia, dan satu lagi apa kalian percaya bahwa cahaya harapan itu ada? Well simak kisah ini ya, ini adalah kisah ya yang sebagian berasal dari imajinasi dan kisah nyata saya.
Gimana ya...
Bingung saya 😁
Simak aja kisah perjalanan saya
Wkwkwk formal banget ya kayaknya?
Sans aja, saya nggak nggigit kok, wkkwkw santai kayak di pantai slow kayak di pulau wkkwkw
Thanks 🚸
*Euforia18129
*⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱
sᴇʟᴀᴍᴀᴛ ᴅᴀᴛᴀɴɢ
*⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱
Hari ini saya kembali ke tanah air saya, tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan selama 8 tahun di sini, di kota ini.
Sebuah kota metropolitan dan juga ibu kota dari Korea Selatan, itulah tempat dimana saya berada sekarang.
Ah tak terasa nyaris 6 tahun saya meninggalkan kota ini, meninggalkan negara ini, meninggalkan tanah air saya.
'Saya merindukan negeri ini!'
Mungkin dulu saya sempat berfikir bahwa meninggalkan negara ini adalah sebuah gagasan yang sangat amat baik.
Akhirnya saya menyadari bahwa ternyata pepatah yang dikatakan oleh orang-orang itu benar faktanya.
"Hujan batu di negeri sendiri lebih baik, dari pada hujan uang di negeri tetangga."
Setelah hampir 6 jam saya melakukan perjalanan penerbangan, akhirnya rasa letih itu hilang seketika ketika saya sampai di kota ini.
Begitu saya keluar dari bandara, terpampang Ducati hitam milik sahabatku sekaligus sepupuku.
"Hai orang Amerika kemari kau! Jangan hanya menatapku seperti itu huh! Menyebalkan."
Seru seorang gadis manis dengan Surai hitamnya dan jangan lupakan kulit putih nya.
"Aih kau ini, bantu aku jangan hanya mengomel saja huh!", Seruku
"Baiklah, Selamat datang Park Jeah ssi", serunya dengan nada mengejek.
"Aih kau ini, jangan panggil aku marga itu lagi, cih aku tak sudi."
"Aih baiklah lebih baik aku memanggil nama Amerika mu, dasar orang Amerika."
"Mungkin itu lebih baik Nona Zong Houzou yang terhormat." Ucapku dengan nada yang dilebih-lebihkan.
Seketika wajahnya memerah layaknya buah Cherry, Zong adalah marga dari kekasihnya, aku yang melihatnya hanya tersenyum menahan tawaku, sungguh wajahnya itu membuatku ingin sekali tertawa.
"Ih kau ini, jangan menggodaku, mengganti marga ku menggunakan marga nya." Houzou
"Baiklah-baiklah, jadi kapan kau mengajakku masuk ke dalam mobil eoh? Apa kau fikir aku robot? Aku lelah tau, dasar tidak peka."
"Kau ini kau sudah dewasa, kenapa kelakuanmu masih seperti anak kecil eoh? Dan ingat panggil aku eonni jika kau tidak mau mendengarkan ceramah dari ibuku, ingat aku lahir 5 tahun lebih dulu darimu gadis kecil." Ucapnya Houzou panjang lebar.
Eoh apa yang dia pikirkan? Hanya beda 5 tahun bukan? Aku sudah terlalu terbiasa dengan budaya Amerika, tapi dari pada dia mengadukan ku ke bibi lebih baik ku turuti permintaannya ini.
"Ah baiklah baiklah, ayo cepat masuk aku lelah."
Ucapku mendahuluinya masuk ke mobil.
"Aih dasar gadis tidak sopan" lirihnya dalam hati.
"Aih memang kenapa jika aku tidak sopan eoh? Berisik sekali, ayo cepat, aku lelah bodoh."
"Ternyata kemampuanmu itu masih ada ya, malah sepertinya tambah meningkatkan." Godanya
"Berisik cepat aku lelah!"
Setelah perdebatan panjang itu, akhirnya si pendek ini mengajakku pulang ke rumah, ya dia memang pendek sekali.
Kau pikir apa? Gadis jurusan teknik informatika yang tinggal membuat skripsi kemudian lulus hanya memiliki tinggi 149 cm? Heolll itu pendek sekali, tinggiku saja 179 cm nyaris 180 cm, bayangkan sendiri begitu pendeknya dia.
Tak lama mobil yang aku tumpangi memasuki daerah salah satu perumahan elite di Seoul, kemudian memasuki pekarangan rumah keluarga bibiku.
"Hufft aku sangat merinduka bibi dan paman." Ucapku begitu keluar dari mobil.
"Percuma kau tak akan bisa menemuinya, dia pergi ke Selandia Baru tadi pagi, katanya ada masalah proyek."
,Houzou
"Sayang sekali, padahal aku sangat merindukannya, berapa lama bibi disana?"
"Entah mungkin 6 bulan, atau mungkin lebih dari itu.", Houzou
"Kalau begitu apa gunanya aku main kesini dan mendatanginya." Ucapku dengan nada kesal.
"Eoh? Apa kau bilang tadi? Main ? Yak dasar Pabbo! Kau pikir kau disini hanya untuk main-main? Ingat kau disini untuk melanjutkan sekolah bukan main!" Houzou
'Yah dia mulai lagi' batinku, yak menyebalkan, aku tidak suka dengan sifatnya yang seperti ibu-ibu ini, berisik.
"Kenapa kau diam Na Jeah ?" ,Houzou
"Tidak aku hanya salah bicara, maaf kan aku, oh ya jangan panggil aku Na Jeah lagi, panggil aku Flo saja."
"Tapi kan...."
"Sudah diamlah, sekarang dimana kamarku? Ini sudah jam 8 malam Houzou, aku benar benar lelah, perdebatan ini kita tunda sampai besok", cela ku
"Baiklah, kamarmu di lantai dua pintu biru, dengan lukisan ikan badut jelek dan ikan buntalan biru itu, sesuai kemauanmu mengerti?" ,Houzou
"Yak namanya Nemo dan dori, bukan ikan badut jelek dan ikan buntalan biru!"
"Terserah cepat sana masuk.", Houzou
"Hem baiklah.."
Yah setelah perdebatan panjang itu aku putuskan untuk tidur sejenak,
Satu hal yang kurasakan sekarang.
'Aku benar benar lelah!'
Sungguh aku lelah!!!!!!!!
© Thanks for reading!
