Part 1

31 1 0
                                        

Seorang penulis tampan meramaikan suasana pesta di sebuah klub.

Pesta tersebut rupanya pesta ulang tahun sang penulis , Candra . Di tengah suasana pesta yang bertambah semarak, tidak ada yang menyadari masuknya seorang pria misterius membawa sebuah garpu.

Para hadirin bersorak ketika kekasih Candra mencium Candra . Candra balas mencium kekasihnya itu untuk memenuhi permintaan para tamu agar mereka berciuman sekali lagi.

Tiba-tiba suara riuh itu terhenti dan tersisa suara satu orang. Candra berbalik untuk melihat orang tersebut. Ia tertegun melihat Bagas.

Bagas meninju wajah Candra lalu menusuk pundaknya dengan garpu yang dibawanya. Berkali-kali. Candra roboh ke lantai. Beberapa orang berusaha menghentikan Bagas tapi ia terus mengamuk dan melukai orang-orang yang hendak menghentikannya.

Kekasih Candra berteriak histeris sambil menangis meminta pertolongan untuk Candra.

"Kakak! Kak Can!" seorang anak SMA menghampirinya sambil menangis.

"Kakak...." Panggilnya dalam hati. "Ah, si bodoh itu."

Air matanya mengalir lalu ia memejamkan matanya.

***

Kayla pulang ke rumah yang nampak sepi. Seisi rumah nampak bersih tapi di meja berserakan bungkus-bungkus sisa makanan dan bak cuci piring penuh dengan alat makan kotor. Kayla mengernyit sedikit lalu mencuci sebuah mangkuk dan mengisinya dengan sereal. Kayla bukanlah tipe wanita yang mengutamakan kebersihan.

Ia memakan serealnya sambil menonton televisi. Televisi menayangkan berita mengenai keputusan final kasus penyerangan terhadap Candra. Disebutkan ia sudah meminta hakim mempertimbangkan keringana hukuman dengan alasan kakaknya masih dalam keadaan sensitif setelah mendekam lama di penjara. Tapi hakim menyatakan bahwa korban penyerangan bukan hanya ia tapi juga beberapa orang lainnya. Dan karena Bagas tidak menunjukkan pertobatan dari hukuman sebelumnya, ia dijatuhi hukuman 20 bulan penjara.

"Dia ini selebritis atau penulis? Melihat wajahnya yang berkilau, ia terlihat seperti tipe orang yang mencari keuntungan dengan wajahnya itu"

Kayla mematikan televisi dengan kesal karena sepertinya Candra akan menunda peluncuran novel terbarunya. Padahal ia sudah menunggu berbulan-bulan. Ia mengomel Candra tidak sopan pada para pembaca bukunya.

Kayla mengambil sebuah apel lalu menggigitnya. Belum sepat ia selesai mengunyah, seseorang merebut apelnya dan memakannya.

"Kau ini selalu aja buat keributan, mengapa kamu juga ingin tinggal dirumah ini?" Fatah mengomel. Kayla mengambil kembali apelnya.

"Ya aku memang orang yang seperti itu"

Fatah terus mencerocos mengomeli Kayla yang menyalakan TV keras-keras padahal hari masih pagi. Juga Kayla meninggalkan mangkuknya begitu saja di atas meja tanpa membawanya ke dapur.

"Aku ini teman serumah dan seniormu, bukan pelayanmu! Jika kau pikir ini rumah anjing di mana kau hidup sendirian, maka pikirkanlah lagi!"

"Rumah ini memang sudah menjadi rumah anjing," sahut Kayla.

"Angga! Aku pulang"

"Hei jangan ganggu dia! Sudah 5 hari menangis karena cintanya ditolak". Teriak Fatah

Kayla tak peduli dan terus berteriak memanggil Angga.

"Angga".

Fatah terpaksa menyusul Kayla. Kayla membuka pintu kamar Angga tanpa mengetuknya lebih dulu. Untung Angga masih tertidur lelap.

Kayla melihat tissue berserakan di lantai.

"Angga menggunakan tissue-tissue itu untuk membuang ingus!" Ucap Fatah datar.

Iya Cinta!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang