1

3 1 0
                                        

"Aku enggak mau tau ! Kalau kak luna tidak menikah juga aku akan kawin lari sama Tomas !!!"
Itu suara adik kecil ku, bukan kecil lagi buktinya dia lebih siap untuk menikah dibandingkan dengan ku. Adik yang paling ku sayang, aku tidak tau bagaimana aku bisa terbiasa dengan sifat adik ku yang selalu memaksakanku untuk mencari pria untuk ku nikahin. Ini sungguh memalukan.

"Sabar anak ku, kamu tidak boleh menyalahkan kakak mu, bagaimanapun juga kalau belum bertemu dengan jodohnya ya tidak bisa di paksakan"

"Tapi bu ! Keluarga tomas tidak bisa melanggar adatnya ! Mereka tidak akan merestui tomas menikah kalau aku harus melangkahi kakak menikah!"

"Cukup !" Aku mulai bersuara aku sudah cukup menonton drama yang ada di depan ku dan aku tidak bisa diam saja.

"Kamu kalau mau menikah ya menikah saya re-"

"Hah aku maunya begitu ! Tapi karena kakak tidak bisa !"

"Aku tidak mempersalahkan itu-"

"Tapi aku dan tomas jadi kena dampaknya ! Makanya kakak jangan jadi cupu ! Jangan terlalu nurut sama tradisional bapak !"

"Kenapa kamu harus bawa bawa bapak" aku mulai sedikit terpancing emosi

"Kakak menikah atau aku akan kawin lari sama tomas!"

Adik ku berlari ke luar sambil menutup pintu dengan bantingan yang keras. Ku lihat ibu menundukkan pandangannya sambil terus berusaha menghapus air mata yang membasahi pipi keriputnya, aku baru sadar kalau ibu ternyata sudah tua dan saatnya mendapatkan cucu dari aku dan Tere adik ku. Apakah karena aku terlalu asik menimba ilmu sehingga melupakan kewajibanku berbakti sama ibu.

Ibu maafkan anakmu dan aku tidak tau harus berbuat apa lagi ! Tuhan tolong bantu aku !

###
Bersambung...

telat untuk mencintaStories to obsess over. Discover now