Sunset Between Us

467 87 33
                                        

Sesuatu yang datang, pasti akan pergi. Apapun itu.

Entah dalam waktu yang lama atau cepat.

Begitupun dengan sesuatu yang dimiliki, pasti akan hilang.

Entah diambil, atau sengaja pergi.

Mengapa orang sangat senang ketika berhasil menyakiti?

Mengapa sangat bangga ketika ditangisi?

Bagaimana cara melakukan hal sekejam itu?

-tulisan alay dibuku yg usang-
-ganyambung sama isi-

***

Fajar sama Rian lagi nongkrong di pinggir pantai. Mumpung lagi ngga kerja, Fajar tiba-tiba ngajakin Rian yang kebetulan ngga ada jadwal kuliah, ke Pantai, katanya pengen liat sunset.

Rian ngeiyain, dia juga seneng liat sunset, apalagi berduaan sama kekasihnya itu.

"Dek," Fajar noleh ke Rian, "Kamu tahu, aku seneng banget bisa ketemu sama kamu."

Rian yang denger itu cuman terkekeh, pandangannya masih ngeliat ke depan, "Apaan, sih. Gombal mulu, deh." Katanya, tapi mukanya ngga bisa nyembunyiin rona merah.

Fajar cuman senyum, "Aa' tuh serius, malah dibilang gombal."

Terus mereka ketawa kecil, Fajar ngalihin pandangannya ke depan.

Ombak, angin sore yang sejuk, matahari terbenam, juga ditemani seorang lelaki yang menjadi tambatan hatinya selama dua tahun itu adalah perpaduan yang sempurna.

Jujur saja, dia baru pertama kali sejatuh ini dengan seseorang.

Senyum Rian yang pertama kali dia lihat di sebuah Cafe yang kebetulan berada didekat tempat kerjanya.

Dia yang memberanikan dirinya untuk menyapa dan berkenalan dengan Rian. Ini yang paling memalukan bagi Fajar.

Rian yang ternyata satu SMA sama dia, meskipun pas dia udah lulus, Rian baru masuk tahun pertama.

Fajar sebenarnya ngga mau geer, tapi dia ngerasa semuanya udah diatur, udah takdir, udah jodoh kayaknya ketemu Rian itu.

Rian yang awalnya cuek, lama-lama jadi suka juga sama Fajar.

Ternyata meskipun tampang Fajar yang tengil begitu, aslinya dia punya sifat yang lembut banget. Sifat yang bikin Rian ngerasa sangat dicintai.

"Ngga kerasa ya, udah dua tahun." Gumam Rian yang bikin Fajar noleh.

"Tetep di sisi aku ya, Dek."

Rian noleh, terus mereka jadi saling tatap.

Mata Rian berkaca-kaca, ngeliat pantulan dirinya di bola mata Fajar, ngeliat tatapan cinta dari Fajar.

Dia ngerasa bahagia dicintai sama lelaki itu.

Fajar tiba-tiba ngilangin jarak diantara mereka, ngebuat Rian reflek langsung tutup mata, nafas mereka udah saling memantul diwajah masing-masing.

Dan, ciuman di saat matahari terbenam itu terjadi lagi untuk kesekian kalinya.

Kecupan lembut menjadi penutup setelah beberapa lumatan kecil di bibir manis Rian.

Rian senyum sambil nutupin matanya, kening mereka saling nempel. Fajar ngusap lembut pipi Rian, "Selamat hari jadi yang kedua. Tetep jadi Rian yang aku kenal, yang sayang sama aku."

Sunset Between UsStories to obsess over. Discover now