Pagi ini Saras dan wijaya Akan segera menikah. Saat ini perasaan Saras dan merah Sangat Bahagia Karena sebentar lagi mereka Akan Menjadi Bagian keluarga wijaya beda dengan putih yang ragu Untuk merestui pernikahan papa nya dengan Saras Karena Saras adalah orang yang baru dikenalnya.
"Loh putih, kok muka kamu cemberut gitu, nggak setuju yah papa nikah sama bu saras"Ucap wijaya
"nggak pa, Bukannya putih nggak setuju, tapi putih cuma kurang yakin aja sama bu saras"jawab putih agak ragu "tapi papa tenang aja,putih Pasti Akan berusaha Untuk menerima bu Saras ko pa" Lanjut putih Membuat wijaya salut
"makasih ya sayang, Kamu sudah merestui pernikahan papa" Ucap wijaya yang dibalas anggukan
"Penghulunya sudah menunggu pak"Ucap
Yuyun
"oh iya bi, saya Akan turun sekarang" Ucap wijaya
"Papa duluan aja yah, aku. Masih mau siap-siap dulu" Ucap putih Sambil Duduk di depan cermin
"yaudah, papa tunggu di bawah ya" Ucap wijaya dibalas anggukan
"ya allah, Kenapa hatiku sulit Untuk menerima bu Saras sebagai pengganti ibuku. Bantulah aku agar bisa menerimanya dengan ikhlas ya allah" Ucap putih Dalam hati
Tidak lama kemudian, putih pun turun dengan gaun Indahnya.
"Bagaimana pak, sudah siap" tanya pak penghulu
"Insyaallah, saya siap"jawab wijaya tanpa Rasa ragu
"saya nikahkan dan kawinkan wijaya prasetyo Binti yoga dengan Saras Binti burhan dengan seperangkat alat solat dibayar tunai. Bagaimana para saksi, sah" Ucap pak penghulu
"sah" serentak Semua tamu menjawab, termasuk merah
"Alhamdulillah" Ucap pak penghulu Sambil membaca do'a
"akhirnya keinginanku tercapai juga, Sekarang aku sudah jadi Bagian keluarga wijaya" Batin Saras
"yess, akhirnya mama nikah juga sama pak wijaya, dan gue Sekarang udah jadi orang kaya" Ucap merah Dalam Hati Sambil senyum
"putih,kamu Kenapa sih" tanya Karin Setelah Melihat putih di Dekat papanya
"nggak, aku nggak papa" jawab putih singkat
"Kamu sakit, atau gimana, cerita dong sama kita" Ucap yanti
"Aku cuma nggak yakin aja kalau papa aku nikah sama bu saras"jawab putih
"oh gitu, Terus Kenapa kamu nggak cegat" Ucap karin
"Aku cuma nggak mau papa aku kecewa Karna pernikahannya aku cegat"Ucap putih
"ya ampun putih, jadi ini Semua kamu lakuin Demi papa kamu . Aku bangga sama kamu" Lanjut yanti
"ya, Semoga aja bu Saras sama merah Bisa nerima aku sama papa"Ucap putih
"amin" Ucap yanti dan Karin
"yaudah, Sekarang gak usah sedih-sedih lagi, ini kan hari Bahagia Om wijaya, jadi anaknya juga Harus Ikut Bahagia" Ucap yanti
"bener banget tuh, senyum dong"lanjut Karin
Setelah Melihat putih tersenyum lagi yanti dan Karin pun lega.
"oh iya, kok dani nggak keliatan yah dari tadi, apa dia nggak dateng" heran putih
"ya ampun kita Lupa ngasih Tau ke kamu ,dani itu lagi sakit jadi nggak bisa dateng kesini, tapi dia titip salam buat kamu " Ucap yanti
"Kasian banget yah si dani, padahal kalau Ada dia pasti seru" Ucap putih
Tidak lama kemudian para tamu undangan pun berpamitan pada keluarga wijaya termasuk Karin dan yanti
YOU ARE READING
BMBP
Teen FictionPertemuan Saras dengan wijaya Membuat wijaya teringat Sosok istrinya yang sudah lama meninggal apalagi saat Saras mengenakan barang-barang kepemilikan istri wijaya yang dulu.wijaya menikahi Saras Karena ingin melupakan masa lalunya bersama awanda da...
