Olla Rania Dewi atau yang lebih dikenal dengan Olla adalah seorang gadis 17 tahun yang cukup populer di kalangan siswa dan guru di SMA Harapan. Latar belakang nya yang merupakan putri dari seorang pengusaha ternama di Indonesia bahkan di Asia itu menjadikannya sebagai buah bibir di sekolah. Banyak orang ingin menjadi temannya, tidak hanya siswinya namun juga banyak murid laki-laki yang mengantri untuk menjadi pacarnya, selain karena ia kaya, dia juga memiliki wajah imut dan ceria yang menjadi magnet penarik orang lain untuk menyukai nya. Namun, dari sekian banyak murid laki-laki yang mendekati nya, dia hanya melihat satu orang, dan orang itu adalah Ega Satria, ketua tim basket SMA Harapan, cowok cuek, jenius dan tampang yang ganteng nya kebangetan yang menjadi pusat perhatian semua mata siswi di sekolah, dan sumber kekesalan siswa yang iri padanya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Olla menyukai Ega bahkan dari saat mereka sama-sama sebagai murid baru di sekolah, dan sekarang sudah hampir melewati tahun kedua, namun tidak ada Kemajuan di antara keduanya. Bukannya Olla tidak berusaha menarik perhatian Ega, karna di setiap ada kesempatan Olla selalu melakukan nya, seperti memberi minuman saat Ega selesai latihan, tidak pernah absen menonton pertandingan basket Ega, dan memberi hadiah-hadiah kecil bahkan saat Ega tidak berulang tahun. Namun, setiap kali dia melakukan nya, Ega hanya menanggapi dengan dingin, tidak menerima dan tidak juga menolak langsung, tapi Olla tidak pernah bosan melakukan nya. Seorang cewek populer yang hanya duduk diam saja sudah pasti menarik perhatian banyak siswa, namun lebih memilih bersusah-payah menarik perhatian seorang Ega Satria yang di kenal cuek bebek itu.
Sebenarnya, bukannya Ega tidak menyadari apa yang dirasakann Olla, terlebih dengan segala perhatian dan hadiah2 yang tidak dibutuhkan nya itu. Ega hanya ingin menikmati masa remajanya dengan aman dan penuh prestasi, dari SMP pun dia menjahui segala macam yang berbau cinta-cintaan, apalagi pacaran. Itu adalah hal yang sangat mengganggu target-target hidup nya, terlebih masa muda adalah saat-saat produktif dalam berkarya, dan bukannya menghabiskan waktu untuk hal dangkal yang bersifat sementara seperti itu, dia tidak akan melanggar prinsip nya sendiri, yang hanya akan mengganggu ketenangannya dalam belajar. Dia juga punya janji kepada orang tuanya untuk menyusul mereka dengan bisa kuliah di USA nantinya. Adakalanya dia merasa sangat terganggu dengan kehadiran Olla dan teman-teman cewek nya yang selalu merasa paling keren di sekolah.
Tak terasa, tahun ketiga sudah di mulai, semua siswa tingkat akhir sudah mengurangi kegiatan-kegiatan ekskul nya, termasuk Olla dan ke empat teman nya yang merupakan anggota aktif di OSIS, merekalah yang biasanya menjadi alasan dibalik sukses nya acara seni atau pun pertandingan olahraga di sekolah, dan tentu saja untuk masalah dana mereka tak pernah kerepotan, karena ayah Olla selalu memberikan sumbangan orang tua murid dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung besarnya.
Jam istirahat pun tiba, semua murid berebutan keluar dari kelas untuk mengisi perut mereka di kantin atau menuju keperpustakaan untuk belajar atau hanya sekedar tidur siang, begitu pun Olla dan teman-temannya. Mereka akan menuju ke kantin, tapi tiba-tiba seorang siswa mendekati Olla dan mengatakan bahwa wali kelas mereka sedang mencarinya. Olla meninggal kan teman-teman nya yang akan menuju kantin sekolah, sedang kan ia berbalik arah menuju kantor guru.
Tok.. Tok..
"masuk".
Olla memasuki ruang wali kelasnya setelah terdengar jawaban dari dalam.
"iya buk, ada apa ya? " tanya Olla, namun betapa kagetnya dia setelah matanya menyapu seluruh ruangan, dia menemukan Tom, kakak laki-laki nya tengah duduk sambil menyeruput tehnya.
" kak Tom, apa yang kakak lakukan disini, kapan kakak tiba di Indonesia" , seru Olla sambil memeluk kakaknya.
"tahan dulu pertanyaan kamu itu, nanti kakak jelasin semua nya". Ucap Tom seraya melepas kan pelukan adik nya yang di kenal manja dan berisik itu.
"Begini Olla, kakak kamu sudah menjelaskan ke ibu mengenai alasan kepindahanmu, dan kakak kamu juga sudah mengurus semua berkas yang diperlukan untuk kepindahan mu ke Amerika, jadi karena ini hari terakhir mu di sekolah ini, kamu bebas pulang sekarang atau kamu bisa menyelesaikan pelajaran untuk hari ini, semua terserah kamu". Penjelasan Bu Dewi sangat tidak masuk akal untuk Olla, pindah ke Amerika? Itu bahkan tak pernah terpikir oleh nya. Tapi sekarang...
YOU ARE READING
Menyerah Untuk mu (Selesai)
Short StoryAda saatnya kau harus berjuang untuk mempertahankan. Namun, adakalanya juga kau harus tau kapan saatnya melepaskan. "Aku pergi bukan karena hati ku berubah, tapi aku pergi karena aku mulai sedikit Lelah, setiap kali kau mendorong ku menjauh, aku m...
