tak berjudul

6 0 0
                                        

Aku ingat sekitar 2 tahun yang lalu, aku bertemu dengan seorang pria yang 7 tahun lebih tua dariku. Namanya fahri alfajri. Pria itu bekerja disalah satu perusahaan asuransi di daerah jakarta.

Umurku saat itu 19 tahun dan dia 26 tahun. Yaa, aku jatuh cinta padanya. Aku mencintainya ketika aku melihatnya tengah menunggu bis yang akan mengantarnya pulang.

"Kamu anak kuliahan ya?"

Aku diam. Tidak tau harus menjawab apa.

"Nggak mau bicara? Maaf udah ganggu"

Ia lalu memilih berpindah tempat yang agak jauh dariku. Astaga, aku menjadi gugup seperti orang idiot. Beberapa kali, aku hanya mencuri pandang kearahnya. Aku merasa menyesal tidak menjawab pertanyaannya.

Ketika bus telah sampai, aku melihatnya sudah terlebih dulu masuk kedalam, lalu aku mengikutinya dan duduk disampingnya.

"Maaf, bukan maksud ngacangin, tapi tadi aku kira kamu ngajak bicara orang lain" aku lalu menunduk dan memainkan tanganku

"Gapapa, udah biasa kok aku dikacangin" ia lalu tertawa terbahak, sambil melempar senyumnya padaku. Yatuhann, dia begitu manis.

Hampir 10 menit didalam bis, kami hanya saling diam saja. Hanya terdengar suara penumpang lainnya yang tengah menggosip tentang artis yang kini sering kawin cerai.

"Iyaa, katanya sihh istrinya yang selingkuh sama pengusaha batu bara, siapa sih namanyaa, gue lupa" kata ibu ibu berbaju merah

"Gak tau diri yaa istrinya, dulunya kan dia cuma orang kampung, sekarang aja, dia udah dikasih usaha sama suaminya, udah banyak duit, ehh dia kabur sama laki lain" kini temannya ibu ibu baju merah tadi ikut nimbrung

"Gue nihh, kalo ada disana, udah abis tuu perempuan gue bejeg kayak tahu. Dasar gatau diri emang" sambil ber api api, ibu berbaju merah tadi terlihat begitu kesal menceritakan kisah asmara artis tadi.

Disisi lain, aku hanya menyimak saja dari belakang, kedua ibu ibu tadi begitu hebohnya menceritakan kisah hidup orang lain, membuatku sedikit terhibur dengan aksi kedua ibu ibu itu.

"Aku harap, kamu gak kaya ibu ibu didepan kalo udah besar nanti" pria itu berbisik pelan kearah telingaku. Lembut, pelan, hingga mampu membuatku merasa terhipnotis.

Lalu, aku hanya tertawa sumbang kearahnya, sambil sesekali menatap kearah sorot mata teduhnya yang tengah mentapa kearah luar jendela bis.

"Aku mayla, nama kamu siapa?" Aku lalu mengajaknya berkenalan, jujur, aku hanya ingin tahu namanya sekarang.

Ia awalnya hanya diam, tapi setelahnya ia mengambil tanganku dan menjabatnya sambil memperkenalkan diri.
"Aku fahri, fahri alfajri" katanya singkat.

"Kuliah dimana fahri" tanyaku kemudian.

Ia tertawa kecil, sambil menjawab "aku udah kerja, di perusahaan asuransi dekat kampus kamu, umurku sekarang 26 tahun" katanya yang berhasil membuatku terbungkam

"Duhh, hmmm" aku tergagap "aku harus panggil apa nii, aku kira kita seumuran"

"Gausah canggung, panggil aku fahri aja, dan aku panggil kamu mayla, setuju?.."

Aku menatap mata coklatnya lekat, ia benar benar terlihat tampan. Bagaimana bisa aku mengiranya juga anak kuliahan, padahal aku bisa melihatnya mengenakan baju kemeja dongker dan celana strip pants berwarna hitam.

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya. Dan itulah saat pertama aku bertemu daan berbicara dengannya. Perkenalan yang bisa dibilang awkward dan flat, tidak ada istimewanya, tapi begitu bermakna bagi kami berdua.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 07, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

hateStories to obsess over. Discover now