Bunyi alarm membangunkanku dari tidurku yang nyenyak. Ah, sangat menyebalkan. Mau tak mau segera kumatikan alarm dari ponselku dan menarik kembali selimut yang menghangatkan tubuhku. Baru saja ku memejamkan mata, tiba tiba saja aku teringat bahwa hari ini adalah hari Minggu. Hari untuk santai dan menghabiskan waktu dengan orang orang yang aku sayangi. Akupun segera mengecek pesan dari ponselku dan tertera pesan darinya.
"Selamat pagi, Kesayanganku:)" Begitu katanya.
Ah senangnya. Ketika kalian kesal dengan bunyi alarm di pagi hari dan dibalas oleh pesan hangat hari orang yang kalian sayangi, bukankah itu sangat menyenangkan?
Setiap kata yang Ia ungkapkan, bagiku terasa hangat dan manis tentunya. Seperti tadi, hanya ucapan selamat pagi saja sudah membuatku tersenyum di pagi hari. Tak mau lama lama, akupun segera membalas pesan darinya.
"Selamat pagi juga :)"
Mungkin aku bukan orang yang mudah memperlihatkan rasa sayang dan cinta padanya. Namun percayalah dibalik singkatnya ucapanku padanya, aku sangat mencintainya.
Aku bangkit dari tempat tidurku dan membuka jendela. Terdengar kicauan burung yang saling sahut menyaut, seperti menyambutku yang bangun di pagi hari di hari libur.
Tring
Segera ku raih ponsel dan aku buka pesan itu, ternyata balasan darinya. Ah senangnya.
"Cepat mandi! 30 menit lagi aku sampai dirumahmu"
Beginilah sifatnya seperti menjajahku. Kadang-kadang sudah mempunyai rencana sendiri dan itu selalu membuatku kaget dan bertanya-tanya. Seperti "Emangnya mau kemana sih?", "Emang udah punya rencana ya?" Ya semacam itulah.
Masalah selanjutnya ialah tidak cukup 30 menit bagiku untuk mandi dan berdandan =).
"Memangnya mau kemana?" Balasku.
Sebenarnya aku tau kalau dia tidak akan membalas pesanku tapi gimana dong aku suka untuk membalas pesan darinya.
Daripada aku berlama lama berkutat dengan ponsel dan waktu 30 menit habis, akupun segera mandi dan berdandan.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 dan itu berarti 15 menit lagi dia akan sampai di rumahku. Selama mencari pakaian dan berdandan, aku berpikir mau kemana pagi-pagi begini. Namun tiba-tiba saja terdengar suara yang memanggilku di lantai bawah dan aku sudah bisa menebak siapa lagi kalau bukan dia. Akupun bergegas menyelesaikan polesan di bibirku dan pergi ke lantai bawah.
"Loh siapa yang ngijinin kamu masuk?" Tanyaku bercanda dan duduk di sebelahnya.
"Ya udah aku balik lagi aja nih?" Balasnya dengan wajah yang sebal namun terlihat lucu bagiku.
"Ya udah sanaa hush!" Ucapku yang terkesan jutek padanya. Rasanya tidak mau berhenti aku menggodanya karna wajahnya yang sangat lucu.
"Ya udah!" Balas nya sembari beranjak dari sofa.
"Yaelah gitu aja marah, sini duduk."
Ucapku sembari menarik lengannya agar duduk kembali di sebelahku.
"Emang hari ini mau kemana?" Tanyaku tanpa basa-basi.
"Udah makan? Belom kan? Yuk sarapan dulu." Balasnya sembari menarik lenganku dan bergegas keluar.
"Eh eh Raka nanti dulu, pamit dulu sama ibu!" Teriakku padanya, karna tanpa sempat aku menjawab dia sudah menarikku begitu saja.
"Bu Tika, saya pinjam dulu Dilanya ya Bu. Assalamualaikum!"
"Iya Raka, hati hati ya. Waalaikumsalam." Balas Ibuku.
Raka dan Ibuku memang akrab karna Raka sering ke rumahku. Entah itu belajar bareng atau hanya ngobrol-ngobrol saja karna aku satu SMA dengan Raka.
*****
Pertama kali aku bertemu dengan Raka ialah ketika ada tugas masa orientasi yaitu berfoto dengan lawan jenis dan menulis biodatanya.
Ketika keluar kelas, aku bertemu dengan Raka dan memintanya untuk berfoto denganku. Masa bodo dengan 'masa sih cewe yang minta duluan' yang penting tugas terpenuhi.
Alih-alih tentang tugas, aku menyampaikan ideku untuk bertukar nomor ponsel agar biodatanya dikirim lewat pesan saja. Karna jujur, kesan pertama bertemu dengan Raka, Raka itu tampan dan baik yang awalnya aku pikir dia tidak akan mau berfoto denganku.
Setelah mengetahui bahwa kita sejurusan walaupun beda kelas, kita semakin dekat. Entah itu berbicara mengenai pr ataupun obrolan obrolan lainnya. Terkadang obrolan gak penting pun kita bahas. Tapi aku suka ketika mengingatnya:).
*****
Hallo ini cerita pertamaku, semoga dapat memahami segala kekurangannya. Terimakasih.
YOU ARE READING
Kamu Menghilang Dari Genggamku
Short Story"Kamu Menghilang Dari Genggamku " Tanyakan pada setiap sudut ruang dalam kamarku, malam mana yang aku tinggalkan untuk tidak merindu padamu? mereka menjadi saksi bisu rindu yang ku pendam dan tak bisa ku suarakan bersama dengan cinta yang ku jaga un...
