"Liam? You ready?" Tanya seorang gadis dan di balas anggukan oleh lelaki yang di tanyanya. Mereka berjalan keluar dari rumah lalu memasuki mobil dan mobil itu pun melaju kencang.
Sheila
Hey! Aku Sheila Houston umurku belum genap 15 tahun dan aku baru akan menginjak kelas 1 SMA. Aku blasteran Canada-Indonesia. Daddy dari Canda dan mommy dari Indonesia. Aku punya seorang kakak lelaki yang bernama Wayne Houston. Daddy Rey Houston dan mommy. Kami tinggal di Indonesia sampai umurku menginjak 5 tahun lalu kami pindah ke Canada. Hari ini aku sedang berada di jalan menuju bandara bersama teman kecil ku William Dayne. Aku memanggilnya Liam. Ya, kami hanya berdua. Tetapi aku akan berangkat sendirian. Orang tuaku sudah pergi ke Indonesia dua tahun yang lalu. Aku memutuskan untuk tidak mengikuti mereka karena aku masih ingin menyelesaikan sekolah menengah pertama ku. William masih ada pekerjaan di sini lalu dia akan kembali ke Indonesia. William sudah tinggal dengan kami saat umurnya menginjak 5 tahun. Orang tuanya bersahabat dengan orang tua ku. Tapi, sayangnya orang tua liam sudah meninggal di dalam kecelakaan mobil saat umurnya masih 5 tahun dan itu menyebabkan liam tinggal dengan kami.
William seumuran dengan Wayne. Mereka berumur 18 tahun dan akan memasuki kuliah bersama tahun ini. Wayne adalah kakak terbaik yang bisa ku miliki. Okay, aku akan menjelaskan sedikit tentang diriku. Penakut. Itu adalah julukan untuk ku. Aku takut akan petir, suara yang keras, kekerasan, bentakan, hentakan, kegelapan dan berbagai macam lagi... banyak ya? Iya... oh ya! Aku suka jaim kalau bertemu orang baru. Tapi, aku akan berlaku baik kepada semua orang. Bahkan orang yang tidak ku kenal... aku juga akan berlaku baik kepada seseorang yang tidak ku sukai atau benci. Karena menurutku mereka masih manusia dan masih sama dengan ku. Sekian deh perkenalan nya...
Kami sudah berada di bandara dan sopir sedang menurunkan barang barang ku dari mobil. Aku dan Liam masuk ke dalam bandara lalu dia ma lakukan check-in untuk ku. Liam sudah seperti Abang ku sendiri. "What time is the flight?" Tany ku
"Jam 12:45 El" jawabnya. Pasti banyak yang penasaran kenapa ia Memanggilku 'El'. Di rumah, aku di panggil dengan sebutan Ella. Daddy yang Memanggilku dengan sebutan itu lalu semunya mengikuti. Wayne lebih suka Memanggilku dengan sebutan 'Lala' tetapi aku tidak suka di panggil seperti itu. Aku akan marah jika dia Memanggilku dengan sebutan itu
Lima menit lagi aku sudah harus memasuki ruang tunggu. "Li, Ella pergi okay?"
Liam mengangguk lalu memeluk ku "nanti liam nyusul ya" ucapnya lalu aku mengangguk dan berjalan memasuki gate.
~•~
Aku sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Aku keluar dari pintu kedatangan dan mencari sosok Daddy Mommy atau Wayne. Mereka tidak ada. Sudah ku duga mereka tidak akan menjemputku di bandara. Seorang lelaki yang memakai seragam sopir menghampiri ku "non Sheila?"
Aku mengangguk "iya pak... ini barang saya"
Sopir itu mengambil barang barang ku lalu membawanya menuju mobil. Aku mengikutinya dari belakang. "Tuan dan nyonya sudah menunggu nona di Mansion" ucapnya tiba tiba
"Iya pak" balas ku
Tidak sampai satu jam, mobil yang ku kendarai sudah terparkir rapi di depan sebuah mansion. Tentu milik daddy. Aku menghela nafas lah berjalan ke pintu depan mansion. Ada mommy yang sudah menunggu ku di depan. "Hi mom" sapa ku lalu memeluknya
Mommy membalas pelukanku "mommy kangen Ella"
Aku tersenyum "iya mom, Ella juga"
Kami berjalan masuk dan aku sudah melihat pelayan pelayan berbaris di samping kanan dan kiri masing masing tiga. Aku melihat tag nama mereka dan tertawa kecil. Apakah mereka saudara?. Lala, Lili, Lulu, Nana, Nunu, dan Nini
YOU ARE READING
SOS (Story Of Sheila)
RomanceSeorang gadis remaja yang terkait pertunangan oleh salah satu orang yang bahkan tidak di kenalnya hingga mulai timbul rasa pada satu sama lain. Keduanya bingung dengan perasaan masing masing. Entah itu cinta atau bukan. Apa akhirnya mereka akan bera...
