pulang

15 5 9
                                        

Didalam bis tua, seorang gadis bernama via sedang melempar padangannya ke luar jendela, matanya nanar memandang hamparan padi yang menguning laksana permadani emas, kabut berarak menutupi perbukitan, bau khas jerami yang terbakar, menandakan bahwa ia akan segera sampai ketempat tujuannya.
Sudah hampir delapan tahun ia pergi meninggalkan kampung halamnya.
Rasa rindu, membuncah memenuhi dadanya, saking lamanya ia pergi, ia mulai lupa dengan kondisi kampungnya, rumah rumah baru sudah dibangun disana sini, membuat ia hampir saja tak tahu harus berhenti dan turun dimana, lalu sekejap kemudian, mata nya melihat rumah bertingkat dua, dari kayu, yang ditutupi rimbunnya daun sawo dan mangga yang seingatnya dulu belum setinggi itu,
Meskipun agak ragu, akhirnya ia turun di depan rumah itu
Bis pun pergi mangantar penumpang lain, perlahan menjauh dan menghilang
Namun via masih berdiri di depan rumah itu, memandang dalam diam, muncul rasa ragu, terputar lagi memori lama yang coba ia lupakan, bahkan yang ingin ia hapus namun ia tak dapat menolak kerja otaknya,
Dan ia tertarik kembali ke dunia masa lalunya di sini tepat di desa ini, dirumah yang ada dihadapannya.

Halo..
Ini cerita pertama saya, jika masih banyak kekurangannya disana sini mohon kritik dan saranya ya
Terimakasih 😊

hilangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang