Keina membawa Vino ke UKS, mengobati Vino dengan sangat hati-hati.
"Lo sih bego'! Uda tau Reyn kepalanya kayak batu sama marahan gitu masih nantang aja! Dasar!" omel Keina.
Vino memutar bola matanya mendengar ocehan Keina yang gak selesai selesai.
*
Di sisi lain, Aldo sedang menyetir mobilnya. Di sampingnya duduklah Dea yang sedaritadi bercerita macam-macam, tapi cuma ditanggapi 'ya' atau 'hm' oleh Aldo.
"Hey! Aldo! Kamu ga dengerin aku ya daritadi!" omel Dea.
"Ha?" tanya Aldo tak paham.
"Tau ah" kata Dea. Ngambek nih ceritanya.
Aldo tapi masih tak memedulikan Dea.
Entah kenapa hatinya sakit ketika melihat Keina memilih Vino.
Cemburu?
Tidak tidak. Buru buru Aldo menyangkalnya.
♥
Setelah mengobati Vino, Keina mengantar Vino menuju tempat parkir.
"Eng.. lo yakin bisa nyupir kan?" tanya Keina.
"Elah lo nyepelein gue ha? Ga inget siapa yang nganterin lo tiap pagi dulu ha?" gerutu Vino.
"Eh iyaa~ lupa gue. Tapi barangkali aja lo lupa caranya nyetir gitu" cengir Keina.
"Idih. Bareng gue yuk" ajak Vino.
Tanpa menunggu jawaban dari Keina, Vino menarik tangan Keina masuk ke mobilnya.
Keina dan Vino pergi ke swalayan paling lengkap untuk membeli bahan bahan membuat cupcake. Setelah sekiranya lengkap, Vino mengantar Keina pulang.
"Gue bantu bikin ya?" ajak Vino.
Hati Keina menggeleng, tapi otaknya iya.
Kan kalau bikin cupcakes sama Vino kan ada yang nemenin.
Tapi nggak ada yang pernah membantunya membuat cupcake selain Aldo.
Kali ini, dia mengikuti kata hatinya. "Lo kesambet apaan bantu gue ha?" tanya Keina.
"Yee anggap aja perminta maapan sama thanks gue tadi" kata Vino.
"Ga ah. Lo entar nyuri resep rahasia gue" kata Keina.
"Lo kira gue plankton?!" gerutu Vino lagi.
Keina cuma mengedikkan bahu dan masuk ke rumah.
Sesudahnya masuk, Keina bukannya buru buru memasak ia justru berbaring dan menatap langit langit kamarnya.
Sedetik kemudian ia mengambil handphonenya.
Keina : Oom maapkan oom gabisa bikin cupcake sekarang ._.
Beberapa detik kemudian.
Om om : Lhah? Kenapa?
Keina : Lagi galau -_-
Om om : Elaah. Kenapa?
Keina : .-.
Om om : Cerita aja keles
Keina : Iyadeh bentar..
Keina : Jadi gini om, gue suka sama sahabat gue.. tapi dianya playboy kampret banget elah -_-. Dan gue selalu jadi alasan putusnya dia sama pacar pacarnya -_-
Om om : Iya terus masalahnya apa?
Keina : Tadi kan gue bareng pulangnya sama dia, dia bukain pintu depan, kirain buat gebetan barunya. Ternyata buat gue! Aaa gue nge-fly! Uwoo~~ Uwoo~~
Tapi masalahnya pacarnya mukanya nyeremin, akhirnya gue marahan sama dia. Pas di gerbang gue ketemu Pino icecube rese', terus dia meluk gue dari belakang, tiba tiba sama dia ditonjok. Terus sahabat gue marahin gue, gue nangis *beneran* terus dia langsung meluk gue. Gue kesel banget elaaah, akhirnya gue milih bantu Pino gue *ampun bego banget*. Gitu om.
Om om : Panjang beneeeer -.-
Om om : Terus abis ini hubungan lo gimana ama sahabat lo?
Keina : Tauk.
Keina berguling guling di kamarnya. Untung aja om om ini pengertian.
Di tempat lain, seorang laki laki sedang merebahkan diri di sebuah sofa di rumahnya. Dia memandangi layar tab adiknya—yang sedang disita—. Dia sedang ber whatsapp ria dengan Keina.
Keina : Tauk
Aldian—nama adiknya— : Yaelah.
Keina : Eh om, lo playboy juga ya?
Aldian : Lumayan~
Keina : Lo kaya Reyn deh
Aldian : Reynaldo?
Keina : Yup. Unyuk ya? Dia lo yang suruh gue panggil Reyn.
Aldian : Kalo dia suka lo giman- *backspace*
Aldian : Dia gebet siapa sekarang?
Keina : Dea -.-
Aldian : Jadi yang muka galak itu Dea?
Keina : Iyoh.
Aldian : Nah elo kaga cemburu?
Keina : Hell. Iyalah. Gue berasa di nekara tiap kali Reyn nemu gebetan baru.
Aldian : Ya marain kek, nyuru dia biar fokus ke satu cewe.
Keina : Lo pikir dia mau? Gue ga yakin. Dia ga pernah fall in love. Lagipula gue lagi males ngomong sama dia.
Aldian : Usaha.
Meski dia menyukai Keina, dia tahu kebahagiaan Keinalah yang ia utamakan.
Keina berdiri di depan pagar rumahnya pagi itu. Tiba tiba sebuah mobil jazz berwarna hitam berhenti tepat di hadapannya. Keina mendengus kesal, ia sedang tidak ingin bersama Aldo.
Tak jauh dari mobil jazznya, mobil CRV Vino menyusul.
"Hai kei" sapa Vino dengan cengiran khasnya.
Senyum Keina merekah. Hey, Pino icecupes itu penyelamat!
Tapi.. kenapa Vino kesini?
"Berangkat bareng gue yuk!" ajak Vino.
"Kagak, Keina berangkat bareng gua" kata Aldo.
"Hey, let her to choice" kata Vino kesal.
Keina melirik keduanya. Andai kalau kemarin Aldo tidak mencari masalah dan tidak punya gebetan segalak Dea, Keina akan berangkat bersama Aldo.
Keina berjalan mendekati Vino tanpa menoleh ke arah Aldo. Vino tersenyum nyengir.
"Yuk. Ada hal penting yang pengen gue omongin" kata Vino.
Aldo menatap Keina dengan ekspresi tak percaya, jealous, marah, kesal, dan kecewa.
"Kei?" panggil Aldo.
Keina hanya menoleh me arah Aldo sambil berkata, "Ya?"
"Lo.. yakin?" tanya Aldo.
"Iyalah. Lo berangkat ajadeh sama Dea" kata Keina pura pura santai. Padahal, kalau Aldo tahu, hati Keina mencelos saat mengatakan kata-kata 'sama Dea'.
~~~
Haaaai semuaaah~~~
Maap slow apdet. Eak.
Mager nih. Masa nyempet nyempetin ngetik pas lagi lebaranan di rumah sodara huahaha.
Vomment yowww!
Love you muah muaaaah :*
YOU ARE READING
Cupcakes Love
Teen FictionTentang Keina Azahra si penjual cupcakes di sekolahnya, yang cantik, sedikit populer, baik, pd tinggi, yang punya teman sebangku cakep dan playboy sejak kelas 10 bernama Reynaldo Kamal yang juga gebetannya sejak pertama bertemu. Ohya! Keina memiliki...
