Disini aku kembali hadir. Ditengah - tengah keramaian ibukota, aku seorang diri tanpa membawa apapun di punggung maupun tanganku. Hanya sandal jepit yang setia menemani kaki ini berjalan.
Jakarta ramai. Tak seramai hati ini.
Sepi. Sunyi. Jika saja ada orang yang mau mengangkatku menjadi anaknya, dengan senang hati aku menerimanya. Namun ku kira, itu imajinasiku saja.
Orang tua tak tahu diri. Egois. Tidak mengerti apa yang dirasakan anaknya. Hanya memikirkan kerja, kerja dan kerja.
YOU ARE READING
Gadis Mata Batin
Short StoryAku gadis Tuna Netra. Namaku Giandra. Aku dilahirkan oleh seorang pasangan suami istri yang sama-sama memiliki keterbatasan fisik, aku anak ketiga dari 5 bersaudara. Ketidakmungkinan ini tentang apa yang aku inginkan, aku selalu berusaha dan berdoa...
