Hurt #1

450 16 1
                                        

Bandara Incheon, Korea Selatan...

"Tak bisakah aku kembali lagi ke Kanada? Pulangnya bulan depan saja, disaat acara resepsi pernikahannya?" Tanyaku sedang bertelepon ria pada seseorang diseberang sana.

"Tak bisa, saudaramu membutuhkanmu sekarang, sayang. Lagi pula, bukankah kau sudah sampai di Korea?" Ucapnya yang membuatku sedikit mendengus kesal.

"Ne, kalau saja kalian tak memaksaku untuk segera pulang." Jawabku kesal setengah mati. "Mungkin saja, saat ini aku sedang mempersiapkan skripsiku yang hampir selesai. Dan melakukan sidang secepatnya agar aku bisa cepat lulus. Atau mungkin, aku akan mengajak teman-temanku hangout untuk menghilangkan rasa pening karna tugas akhir itu.

Bukannya, harus membantu saudaraku itu. Yang membuat kepalaku makin pusing, memikirkannya."

"Sudahlah, ini penting untuk kelangsungan hidupnya..

"Tidak denganku.. " gumamku pelan, agar tak terdengar olehnya.

"Saudaramu, membutuhkanmu sekarang. Seo ahjussi. Supir appamu sudah menjemputmu disana. Sepertinya, ia sudah sampai dari setadi. Kau akan pulang dengannya. Dan tak ada debat lagi antara kita, nona muda."

Tut.. Tut.. Tutt...

Sambungan telponnya terputus. Begitu saja?

"Aisshh... Eomma... " Dengusku.

Eomma selalu saja begitu. Selalu suka sekali memutuskan telpon secara sepihak.

Padahal aku belum selesai bicara.

Aku menghentakan kakiku kesal. Lalu berjalan ke area luar bandara untuk mencari supir appa. Yang katanya sudah sampai dibandara untuk menjemputku. Sambil menyeret koperku yang lumayan besar.

Tak lama mencari, aku sudah menemukannya. Pria dengan usia sekitar 50 tahunan yang sudah mengabdi pada keluargaku sejak aku kecil. Dan kini, ia sedang berdiri disamping mobil appa sambil melihat sekeliling. Mungkin mencariku.

Tak mau membuatnya menunggu lama. Aku segera menghampirinya.

Setelah menyadari keberadaanku. Beliau segera membantuku. Membawa koperku, lalu memasukannya kedalam bagasi.

Tanpa basa basi, aku segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Dan disusul, Seo ahjussi setelah ia manaruh koperku.

Mobil ini melaju dengan kecepatan sedang.

Membelah jalan kota Incheon menuju Seoul yang kini tak terlalu padat dengan kedaraan yang berlalu lalang.

Mungkin karna ini hari weekand. Kemungkinan, orang-orang lebih meluangkan waktu dirumah bersama keluarga mereka.

Tidak sepertiku. Yang jauh dari keluarga.

Biasanya, hari weekand seperti ini. Aku lebih fokus pada skripsi dan tugas-tugas akhirku.

Aku tak mau membuang waktu yang tak berguna untuk sekedar pergi jalan-jalan atau makan-makan bersama temanku.

Mungkin, hanya bisa dihitung dengan jari saat aku melakukan hangout dengan teman-temanku.

Ya..

Aku berbohong dengan eomma. Tentang aku yang sering pergi bermain dengan teman-teman. Sebagai alibi. Agar aku tidak terlihat menyedihkan. Dan membuatnya khawatir dengan berujung aku harus pulang ke daerah asalku dan melanjutkan pendidikan disini.

Aku tak mau...

Ada alasan kenapa aku tak menginginkan itu terjadi.

Itu karna saudaraku..

Hurt!! Onde histórias criam vida. Descubra agora