Ini adalah kerajaan Kouka, di Kastil Hiryuu di mana raja saat ini hidup tanpa pewaris laki-laki, ratu atau pun selir untuk mendampinginya.
Hanya ada seorang anak perempuannya yang berumur lima belas tahun yang dicintainya yang dibesarkan di sana.
"Sudah sepuluh tahun sejak kematian ayahku, raja terdahulu, raja Junam. Kerajaan kita Kouka adalah sebuah negara kecil yang dikelilingi oleh negara-negara kuat yang berada di wilayah utara dan selatan, yang melibatkan kita dalam banyak perang. Akan tetapi, kita patut bersyukur selama sepuluh tahun kita lewati tanpa pertempuran yang berarti, dan sampai hari ini, kita bisa menikmati kemakmuran di negeri ini." Raja melanjutkan pidatonya.
Di sebuah ruangan di dalam kastil, seorang putri bersurai merah melihat bayangan dirinya di cermin.
"Anda terlihat luar biasa, Hime-sama." Ucap salah seorang pelayan bernama Min-Soo yang tengah menatap sang Putri dengan memegang sebuah nampan teh.
Di sebelahnya berdiri seorang gadis cantik dengan surai [hair color] Tangannya terlipat di depan dada, dan mata [eye colour]-nya mengikuti setiap gerakan sang Putri.
"Maafkan saya Hime-sama, tetapi anda harus segera menuju ke halaman" gadis itu menyarankan dengan suara tenang.
"Tidak! Masih ada yang kurang." Sang Putri berseru berbalik dari cermin.
"Nee.. di mana Kainnya?" Putri bertanya, melepas jubah yang dikenakannya dan melemparkannya ke dalam pelukan gadis dengan surai [hair color] tadi, berjalan menuju pintu tempat Raja masuk.
"Otou-sama! Bagaimana dengan upacara?" Dia bertanya dengan heran.
Gadis bersurai [hair color] memberikan jubah yang dipegangnya pada seorang pelayan yang lain tang berdiri di belakangnya dan berbalik mendengarkan percakapan sang Putri dengan Raja sambil mendesah. Dia membungkuk di depan Raja seperti para pelayan lainnya.
"Seperti yang kau lihat, sudah berakhir." Sang Raja menjelaskan dengan senyum di wajahnya seraya mendekati sang Putri.
"Oh, tidak... Maaf, aku ..." Ucap sang Putri berpaling sedikit dari Raja seraya menundukkan kepalanya.
Sang Raja mulai tertawa dan melihat ke arah putrinya.
"Yah, sudahlah. Itu hanya penyambutan formal. Kau tidak harus hadir di depan banyak orang." Ucap Raja.
"Nee.. Chichiue... Apa ada sesuatu yang aneh dengan rambutku?"
"Tentu saja tidak! Kecantikanmu bahkan melebihi semua permata yan-" Jawab sang Raja yang dipotong oleh sang putri.
"Ya, begitulah. Aku percaya, aku memang terlahir dengan wajah cantik. Tapi kenapa rambut ini begitu merah dan susah diatur? Aku benar-benar iri dengan [Name]. Lihat saja rambutnya, begitu halus dan menawan." Keluh sang purti dan menoleh pada gadis bersurai [hair color] yang sedari tadi hanya diam.
"Ya ampun! Benar-benar tidak cocok!" seru cang putri tiba-tiba.
"Itu tidak benar. Bukan begitu, Hak?" Tanya Raja.
Gadis bersurai [hair color] yang bernama [Full Name] itu tiba-tiba manik [eye color]-nya berbinar saat melihat pemuda yang dimaksudkan muncul di belakang Raja dan membungkuk.
"Ya, Raja II." Jawab Hak.
"Siapa yang mengatakan rambut Hime-sama itu aneh? Jika ada yang aneh...itu pasti otaknya." Lanjutnya.
"Diam saja kau, Pelayan!" Sahut sang putri cepat.
"Chichiue, lakukan sesuatu pada Pelayan kurang ajar ini!" Sang Putri berseru melemparkan barang-barang kepada lelaki itu.
YOU ARE READING
Sapōtofigyua (Akatsuki no Yona x Reader)
Fanfiction"Aku pikir, aku hanyalah seorang TOKOH PENDUKUNG belaka yang tidak memiliki arti apa-apa. Namun, sepertinya aku salah, semenjak 'insiden' itu, hidupku berubah drastis." -[Full Name]-
