Tanpa judul bagian 1

26 4 0
                                        

!!! Disarankan membaca fanfiction ini dengan mendengarkan lagu taehyung & J-hope Hug me !!!





~~~~

23 Desember 2017

Disebuah persimpangan di daerah Gangnam yang tengah dipadati para pejalan kaki dan para pengendara yang pergi berlalu-lalang untuk menghabiskan waktu makan siang mereka. Disinilah Nari berdiri di tengah salju yang perlahan berguguran menunggu pergantian lampu lalu lintas untuk pejalan kaki berubah menjadi hijau. Sembari menunggu pergantian lampu lalu lintas ia mencoba menghubungi kekasihnya Kim Namjoon.

"Oppa? Apa kau sudah dalam perjalanan menuju Apartementku?"

"Ah, Syukurlah. Kita bertemu di Everland saja. Aku sudah dalam perjalanan menuju Halte Bus."

Nari tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bersama Namjoon akibat kesibukan mereka. Nari sangat tak sabar ingin segera bertemu dengan kekasihnya itu.

"Tentu saja aku memakai mantel yang hangat dan syal yang Oppa berikan tahun lalu. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Oppa juga menyetirnya hati-hati jangan ngebut jalanan pasti licin karena salju."

Aku melihat lampu lalu lintas yang baru saja berubah menjadi hijau. Segera aku melangkahkan kakiku menyebrangi zebra cross tanpa memperhatikan keadaan sekitar.

"Oppa harus menepati janji bahwa kita akan menaiki semua wahana di Everland dan juga mengunjungi kebun bi-"

"Tiiiiit!"

Segera aku mengalihkan pandanganku ke sumber suara itu. Orang-orang disekitar sana sudah berkali-kali memanggilku tetapi aku terlalu hanyut akan duniaku sendiri. Aku terpaku menatap sebuah truck yang hilang kendali menghampiriku. Apakah ini akhir hidupku?

Dengan gerakan secepat kilat, aku merasa seseorang menarik lengan kananku. Menarikku kedalam pelukannya. Suasana disana sangat kacau. Jalan raya itu kini tak bisa dilalui karena truck yang hampir menabrakku itu jatuh terguling sehingga muatannya memenuhi jalan raya itu. Aku masih terkejut dengan kejadian yang menimpaku. Tanpa aku sadari air mataku pun jatuh. Aku memeluk orang itu erat lalu menenggelamkan kepalaku dimantel hangatnya.

"Nari-a? Gwenchanna?"

Aku merasakan orang itu kini memelukku erat dan mengelus punggungku mencoba menenangkanku. Perlahan diriku melepaskan tautan kami mencoba mengetahui siapa yang telah menolongku.

"Seokjin Oppa?"

"Yak? Apa kau gila? Kenapa kau sangat ceroboh menyebrang tanpa melihat kanan kiri dulu? Apa kau baik-baik saja?"

Aku mengangguk pelan mengiyakan pertanyaannya.

"Kamsahamnida Oppa kau sudah menyelamatkan hidupku. Bagaimana Oppa bisa berada disini?"

"Ah, aku ingin pergi ke supermarket di seberang jalan sana untuk membeli bahan makanan untuk malam natal nanti."

"Ah, sekali lagi terimakasih banyak Oppa."

Aku merasa sangat linglung. Perlahan aku mengarahkan pandanganku kesekitar mencoba untuk mengembalikan kesadaranku.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku ingin ke halte bus di seberang sana. Aku dan Namjoon Oppa ingin menghabiskan waktu bersama-. Ah benar, Namjoon Oppa!"

Refleks aku membelalakkan kedua mataku sembari menatap wajah tampan Seokjin Oppa ketika aku telah menyadari kini tangan kananku tak lagi menggenggam Handphone kesayanganku.

"Namjoon?"

"Ne, Tadi aku sedang melakukan panggilan telpon dengan Namjoon Oppa."

Segera aku mencari keberadaan Handphoneku. Aku melihat Seokjin Oppa yang membantuku mencari keberadaan dimana terjatuhnya Handphoneku.

Sixth SenseStories to obsess over. Discover now