0.1

187 4 1
                                        

"Ibu apakah kita tidak memiliki pilihan lain? Aku akan bekerja keras lagi agar kita tetap tinggal disini." Aku benar-benar ingin menangis mendengar berita yang harus aku terima dengan ibuku, tinggal dirumah seorang CEO dimana tempat ayahku berhutang dan Ibu disana akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga,

"Jihyo kita sudah tidak memiliki pilihan lain lagi, semua tabungan Ibu sudah habis untuk membayar semua hutang ayahmu. Kau tidak harus selalu memaksakan diri karena tugas kau hanyalah belajar." Ibu menarik napas dengan lembut lalu melanjutkan ucapannya "Kau kelak akan tetap bersekolah, namun ya begitulah jarak dari rumah itu kesekolahmu sangatlah jauh,jadi mungkin kau akan selalu harus terbangun lebih pagi. Maafkan Ibu."

Ibuku terdiam seperti menahan sesak yang membuncah untuk terus memaksakan Ibu mengeluarkan cairan bening dari matanya, setetes cairan bening jatuh dari pelupuk matanya. Aku langsung memeluk dan apa yang kutahan dari tadi akhirnya runtuh aku menangis dalam pelukan ibuku.

"Tidurlah kau pasti lelah, besok kita akan berangkat lebih awal untuk kesana." Ibu menuntunku kekamar dan mengecup keningku dan pergi meninggalakanku sendiri dikamar.

Jam sudah menunjukan pukul 11malam tapi belum juga bisa tertidur setelah percakapan,isak tangis yang terjadi antar ia dan ibunya tadi, Ara benar-benar tidak berhenti memikirkan itu(lagi) Apakah ia benar-benar harus tinggal disana? Pasalnya Ara enggan sekali meninggalkan rumah lamanya ini, pergi sekolah dengan jarak jauh dan harus memulai semua kehidupannya seperti dari awal.

"Arrghhh, Ara menggerang sambil menjambak rambutnya sendiri akibat pergelutan pikirannya yang tak henti membuat kepalanya pening. "Oke baikla Ara kau pasti bisa menjalani semuanya. Sekarang aku hanya perlu memejamkan mata dan tertidur agar dapat beristrahat dari pikiran ini." Gumam Ara pada dirinya sendiri.

-Kringg 06.0pm-

Ara menangkap bunyi yang menganggu paginya, membuka mata perlahan berjalan menuju nakas mematikan alram. Membuka tirai jendela lalu merapikan tempat tidur, setelahnya Ara memilih duduk ditepian ranjang menarik napas dalam-dalam lalu membuang secara teratur. Ara melihat ke arah koper yang belum sama sekali aku isi sehelaipun barangku, atensiku tiba-tiba teralihkan saat ibu mengetuk pintu kamar dan langsung membuka pintu.

"Ara mandilah, ibu sudah membuatkan sarapan." Ibu tersenyum lalu matanya reflek melirik ke arah koperku dan barang-barang yang masih tersusun rapi dikamar, "setelah sarapan ibu akan membantumu untuk packing barang-barang yang kelak akan kau bawak kesana." ibu tersenyum lalu meninggalkan Ara yang masih termangu di sisi ranjang.

••

"Selesai!" setalah membereskan barang-barang, Ara langsung beregagas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ia menggunakan kemeja dengan ukuran yang lebih besar dari badan dengan  legging hitam lalu dipadukan dengan sneakers, rambut berwarna coklat ikal itu yang ia biarkan terurai menjuntai, lalu tanpa lupa ia memoleskan sedikit bedak tipis dimuka bagian bibir diberi sedikit lipbalm, dirasa siap ia langsung menuju meja makan untuk sarapan dan bersiap diri untuk meninggalkan rumah itu.

Skip

Aku berdiri didepan rumah berwarna putih dan dipadukan dengan warna cream yang menambah kesan megah dari rumahitu bagaikan istana yang ada di pertengahan kota seoul.

"Duduklah" kata presedir diringi dengan senyuman

Aku dan ibu mengikuti intruksi yang di katakan presedir tadi.

"Jadi mulai sekarang kau dan putrimu akan tinggal dirumah ini, dan yang saya dengar jarak sekolah putrimu dari sini cukup jauh?" Dia melirik ke arahku dan memasang muka seperti bertanya benar atau tidak.

"Ya presedir, jaraknya sangat jauh ah tenang saja putriku bisa datang lebih awal mungkin." Kata ibu sambil mengelus tanganku

Presedir lalu melihat kearah ku "Ya presedir, ah tapi tidak apa" jawabku

"Bagaimana jika putrimu pindah ke sekolah milik saya masalah biaya itu bukan urusan kalian karena saya ketua yayasan anggap saja hadiah untuk putrimu yang harus mengorbankan jarak sekolah dan tempat tinggal?"

.
.
.
.
.

Hallo evryone jadi ini adala first story semoga pada suka dan maaf kalo masih banyak kekurangan , kritik dan saran saya terima dengan senang hati heh
Jangan lupa vote and comennt, Big luv💖💖

So Far Away - Jeon JungkookPříběhy, které tě pohltí. Začni objevovat