#1 Sebuah Awal yang Baru.

21 1 3
                                        

   Pagi ini rasanya aku malas untuk berangkat ke sekolah. Kenapa? Karena aku masih punya masalah dengan mira. Iya, mira pacarku. Masalahnya cuman hal sepele. Seperti aku lama balas chat, dia nelpon gak aku angkat, aku keasyikan main game sampai lupa dengannya. Dan kurasa ada juga unsur yang lain membuat dia marah denganku. Seperti semalam aku ketahuan mengantar pulang si akhira. Dan aku langsung dapat hadiah tamparan darinya. Mulai dari situ mira marah denganku.

"Ngga... bangun nak. Kamu kan sekolah. Mama udah buatin sarapan kesukaan kamu. Buruan mandi." Kata mama

Iya itu mamaku. Seorang ibu yang baik, jarang marah ketika aku salah, marah sering dengerin curhatku dan ngasih solusi semua permasalahanku.

"Iya ma. Mobil angga dah di panasi ama bang parman belum ma?" Kataku

"Mama rasa sudah. Yaudah kamu mandi. Ntar mama jumpain bang parman." Kata mama.

Aku bangkit dari singgasana yg empuk yang membuatku malas bangun. Yah seperti yang ku katakan tadi. Aku malas untuk sekolah, tapi hari ini ada pelajaran guru cantik jadi kepingin sekolah.

Ku beranjak ke kamar mandi kemudian mandi setelah itu berpakaian. Ku keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur.
Kutanya sama mama soal gino.

"Ma gino bareng ama aku engga hari ini?" Kataku

"Gino naik motor, Udh pergi tadi 10 menit tadi. Dia minjam motor kamu" kata mama

"Ya allah maa. Itu kan motor kesayangan angga. Masa dikasi ke gino sih. Motor dia dimana?" Kataku

"Sama adek sendiri aja pelit. Pantas kamu dapat pacar yg marah sama kamu gerus. Rupanya kamu pelit. Udh nanti minta belikin papa aja lagi. Itu biar buat gino. Oke?" Kata mama

"Mama pandai kali ngebujuk angga. Yaudah deh ma. Gapapa" kataku

"Yaudah kamu makan tuh roti bakar sama coklat panasnya diminum ya" kata mama

"Iya ma" kataku

Selesai makan aku menuju garas dan mengeluarkan mobilku. Aku pergi emang gapernah pamit sama mama. Dan mama pun mewajarinya. Kukeluarkan mobilku dan segera menuju kesekolah.

Sampai disekolah, ga sengaja kulihat mira jalan sama toni. Buru buru kuparkirkan mobilku dan kukejar mereka. Tapi aku berpikir lagi, timbang mengejarnya mending jalan ditengah tengah mereka. Apakah mira  sadar apa yang kumaksud.

"Jaga jarak bos" kataku sambil berjalan di tengah tengah mereka.

"Angga! Kamu kenapa sih. Dia ka  cuman temen." Kata mira

"Temen. Tapi aku sama tiara juga temen. Terus kamu kok kaya gitu ke aku?" Kataku

"Ah bodoh. Yaudah toni kita masuk duluan" kata mira ke toni

Yah akhirnya hatiku benar benar teriris. Ya cewek emang gitu ya. Gapernah mau disalahin. Udah capek juga kiat sikapnya. Aku ada ide.

"Mira!!!!" Kataku berteriak dan dilihat para murid yang lain.

Dan mira mendengar diapun berhenti.

"Kita putus! " kataku

"Oke" kata mira dari jauh.

Yah hati ini udah lega. Gak ada masalah. Kita mulai lagi dengan yang baru.

A New StoryStories to obsess over. Discover now