Aku pulang,
Sekiranya 1 dasawarsa aku pergi menjelajah
Berjalan dengan logika sebagai petunjuk arah
Selama kurun itu pula jiwaku terjebak
Berharap sesuatu yang pasti namun yang diperoleh hanya entah
Aku datang,
Tak satu dongeng indah pun ku ceritakan
Melainkan raga yang tak layak ini
berusaha memantaskan
Aku hadir... kembali,
Masih tersisip memori lawas tentang "kita"
Masih kuingat raut wajahmu
saat merengek memintaku untuk jangan pergi
Akhirnya... aku sadar,
Hati dan logika tak pernah selaras
Namun bolehkah aku memilih untuk pulang kembali?
YOU ARE READING
Rumah
PoetryBukan tentang sejauh apa kita melangkah, melainkan tujuan utama yang disebut "Rumah"
