Prolog.

17 3 2
                                        

"Terkadang kamu memerlukan waktu untuk sendiri dan berhenti memikirkan segala masalah yang hadir dalam hidupmu."

ㅡ*ㅡ

London,

Kaki jenjang seorang gadis berjalan memasuki bandara. Dengan wajah dan tubuh yang sempurna, membuatnya di perhatikan oleh banyak orang. Sebenarnya dia sedikit risih, tapi ia mencoba untuk biasa saja.

"Hello. May i have your ticket and passport?" Ucap salah satu officer di area check-in, ketika melihat seseorang yang sudah berdiri di depannya.

"Yes." Gadis itu menyerahkan passport dan ticket nya.

"How many pieces of luggage will you be checking in?"

"One." Dia menyodorkan tasnya dan diterima oleh officer tersebut.

"Thank you. Would you like a window or an aisle seat?"

"A window seat, please?"

"Here's your boarding pass. Have a nice flight."

"Thanks." Tangannya terulur untuk mengambil passportnya sambil tersenyum manis, menampakan lesung pipi yang membuatnya semakin terlihat manis.

Dia mencari tempat duduk sembari menunggu pemberitahuan. Ia sengaja tidak memakai pesawat pribadinya. Karena ia takut daddy nya tahu, kalau dia kabur ke Indonesia.

***

"Akhirnya!" Teriaknya. Melempar asal tas ranselnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur berukuran king zise dari apartement yang baru saja dibeli olehnya tadi.

Sebuah senyuman terukir sempurna di wajahnya.

Huft. Kabur dari rumah, capek juga ternyata. Batinnya

Alunan lagu berjudul 'Rise-Jonas blue' menggema di seluruh ruangan. Tanda deringan ponsel yang ada di dalam tas ransel miliknya berbunyi. Dia berjalan untuk mengambil ponsel dan melihat siapa yang telah mengganggu ketenangannya. Audra Magdalena. Dia pun menekan tombol hijau, mengangkat panggilan.

"Woi! Gimana? Lo berhasil kaga?" Nih anak kebiasaan, kalo ngomong mesti pake toa.

"Berhasil lah! Akhirnya gue bisa bebas." Jawabnya sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

"Widihh. Jadi lo udah daftar sekolah dimana?"

"SMA Van Gusta."

"Lah, kenapa kaga bareng sama gue aja? Gue kan kangen sama lo. Pengen duduk sebangku lagi sama lo." Gadis itu memutar bola matanya dan terkekeh pelan. Merasa jijik akan perkataan sahabat kecilnya itu.

"Lebay lo."

Tutt

●﹏●

Selasa, 03 Juli 2018

A/n: Ini kedua kalinya sih aku buat cerita, tapi yang pertama itu berhenti di tengah jalan, jadinya aku hapus deh hehe.
Aku minta tolong bantu vote and comment nya ya guys! Biar aku tambah semangat and doain semoga yang ini gak berhenti tengah jalan lagi. Amin.
Ntar kalo berhenti" mulu aku ketabrak donk hehe. Maaf ya kalo kurang bagus, tapi nanti aku bakal usahain lebih bagus lagi kok.
Thanks for reading guys.

SUN.Where stories live. Discover now