[Minggu, 11 Maret 2012]
Ketika petang datang, aku melihat seorang gadis dengan payung hitam di genggamannya berdiri di sebelah makam yang baru saja sore ini ku lihat.
Dengan baju terusan berwarna kuning selutut yang di kenakannya. Ia tetap berdiri, mulutnya bergerak, melantunkan doa yang tak dapat di dengar siapapun.
Air matanya menetes sesekali, lalu ia hapus air matanya dengan sehelai tisu yang sudah kumal di genggamannya.
Ia tak memikirkan orang lain yang terus-terusan melihatnya, atau bapak penjaga makam yang sudah menegurnya berkali-kali. Ia hanya menggeleng tak menjawab sepatah katapun.
Melihatnya aku kembali mengingat saat hari pertama nenek ku berpulang, aku pun juga pernah seperti itu. Diam di tempat dan tidak ingin kembali pulang.
Mungkinkah itu anggota keluarganya? pantas ia sangat terpukul, lalu dimana anggota keluarganya yang lain?
-r,cmtry./2018
YOU ARE READING
A Girl in the Cemetery
Short Story[a, girl] aku melihat seorang gadis yang selalu membuat ku bertanya tentang kehadirannya, pada tempat yang tak biasa. © r,cmtry./2018
